Realisasi PNBP EBTKE Melonjak 326% pada 2018

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak dari subsektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi mencapai Rp2,28 triliun atau 326% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  22:58 WIB
Realisasi PNBP EBTKE Melonjak 326% pada 2018
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak dari subsektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi mencapai Rp2,28 triliun atau 326% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2018.

Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan bahwa target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah ditetapkan pada APBN 2018 adalah Rp700 miliar.

"Tapi alhamdulillah, PNBP yang telah dicapai pada 2018 tidak kurang dari Rp2,28 triliun. Ini cukup membanggakan. Untuk selanjutnya [2019], target yang diketok oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ada kenaikan Rp180 miliar," ujarnya, Selasa (8/1/2019).

Lebih dari 90% anggaran Direktorat Jenderal (Ditjen) EBTKE pada 2018 digunakan untuk kepentingan masyarakat, yakni untuk pembangunan infrastruktur EBT.

"Pada 2018, anggaran yang kami kelola sebesar Rp1,72 triliun. Itu 95%-nya itu ditujukan untuk rakyat, dalam bentuk Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE), penyediaan listrik off grid di daerah yang masih terisolasi, ada juga pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berbasis tenaga surya, dan pemanfaatan bioenergi," terang Rida.

Salah satu program yang ditujukan untuk rakyat adalah pembagian LTSHE untuk masyarakat yang bertempat tinggal di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T). Pada 2018, Ditjen EBTKE telah membagikan 172.996 unit LTSHE di 16 provinsi.

Jumlah tersebut, apabila ditambahkan dengan 79.556 unit LTSHE yang didistribusikan pada 2017, telah melistriki total sebanyak 2.828 desa. Untuk tahun ini, target LTSHE yang dibagikan adalah sebanyak 98.481 unit.

Selain itu, hingga akhir 2018, kapasitas pembangkit EBT terus meningkat. Kapasitas terpasang pembangkit panas bumi telah mencapai 1.948,5 Megawatt (MW), tambahan 140 MW adalah dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha 1 (30 MW) dan PLTP Sarulla (110 MW).

Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), kapasitasnya mencapai 331,8 MW.

Di samping itu, telah beroperasi pula PLTB Sidrap dengan kapasitas 75 MW dan PLTB Jeneponto sebesar 72 MW siap beroperasi. Untuk kapasitas terpasang pembangkit bioenergi telah mencapai 1.858,5 MW, terdiri atas PLT Biomassa, Biogas, PLT Sampah, dan Biofuel.

Rida juga mengungkapkan bahwa penurunan emisi CO2 melebihi target dengan realisasi sebesar 43,8 juta ton dan penghematan energi pada 2015-2018 mencapai 31.011 GWH atau setara dengan Rp31,8 triliun.

Tak ketinggalan, sebanyak 5 regulasi dan 9 perizinan dicabut serta 10 Peraturan Menteri ESDM dihasilkan guna memudahkan investasi subsektor EBTKE.

Sementara itu, untuk outlook 2019, subsektor EBTKE menargetkan peningkatan peran pentingnya dalam PNBP nasional dengan target capaian PNBP sebesar Rp880 triliun. Ditjen EBTKE juga akan berupaya meningkatkan kemampuan pasokan energi untuk domestik melalui peningkatan target produksi uap panas bumi sebesar 103,8 juta ton dan biofuel sebesar 7,37 juta KL.

Terkait peningkatan efisiensi pemakaian dan pengelolaan energi, Kementerian ESDM menuturkan bahwa pihaknya menargetkan intensitas energi primer sebesar 425 SBM/miliar Rp dan penurunan emisi CO2 sebesar 48,8 juta ton pada 2019.

Terakhir, Rida menegaskan bahwa pada 2019, pemerintah masih konsisten untuk meningkatkan pengembangan berbagai sumber energi dalam rangka diversifikasi energi, salah satunya melalu pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) pada BBM PSO.

"Targetnya 20% usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi dan pelayanan umum menggunakan BBN pada BBM-nya. Demikian juga untuk non PSO. Sebesar 20% juga kami targetkan untuk transportasi, industri, komersial dan pembangkit listrik," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementerian esdm, pnbp

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top