Apple Terdampak Perang Dagang, Trump Masa Bodoh

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak peduli atas peringatan penurunan penjualan Apple sebagai dampak dari Perang Dagang dengan China. Trump justru menyarankan Apple untuk memproduksi telepon selulernya di Amerika Serikat.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 Januari 2019  |  13:48 WIB
Apple Terdampak Perang Dagang, Trump Masa Bodoh
iPhone X muncul di layar video raksasa di Apple Visitor Center di Cupertino California Amerika serikat, 17 November 2017. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak peduli atas peringatan penurunan penjualan Apple sebagai dampak dari Perang Dagang dengan China. Trump justru menyarankan Apple untuk memproduksi telepon selulernya di Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (5/1/2019), pernyataan Trump ini memicu aksi jual di pasar saham Amerika Serikat. Trump mengklaim, harga saham Apple telah naik "seratus persen" sejak dia menjabat sebagai presiden.

Faktanya, harga saham Apple memang naik 94% sehari sebelum pelantikan Trump pada 3 Oktober 2018 lalu. Namun sejak saat itu, harga saham Apple telah turun 36%.

Trump menambahkan, dia telah mendorong CEO Apple, Tim Cook untuk membangun pabrik di Amerika Serikat. "Apple membuat produknya di China. China menjadi penerima manfaat dari Apple, lebih dari kita," ujarnya.

Apple melansir, penjualan di Chin alebih rendah dari estimasi. Hal ini membuat perusahaan Apple merevisi pendapatannya lebih rendah. Cook menyebut, permintaan produk Apple di China melemah, lebih rendah US$9 miliar dari perkiraan sebelumnya. Hal ini membat harga saham Apple turun 10% pada Kamis (3/1/2019) lalu, terburuk dalam enam tahun terakhir.

Cook mengaitkan kinerja penjualan di China dengan tensi Perang Dagang yang kian memanas antara China dengan Amerika Serikat. Iklim ketidakpastian yang kian memuncak di pasar keuangan disebut telah memberikan dampak pada konsumen. Ini tercermin dari penurunan penualan di toko ritel maupun mitra penjualan Apple di China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apple, Donald Trump

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top