Pemerintah Optimistis Investasi Hulu Migas 2019 Lebih Baik

Pemerintah optimistis pengerjaan proyek-proyek hulu migas serta proyek onstream pada 2019 akan mendorong realisasi investasi yang ditargetkan mencapai US$14,79 miliar.
David Eka Issetiabudi | 04 Januari 2019 19:23 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kanan) didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (kanan) menyampaikan capaian kinerja Kementerian ESDM di Jakarta, Jumat (4/1/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah optimistis pengerjaan proyek-proyek hulu migas serta proyek onstream pada 2019 akan mendorong realisasi investasi yang ditargetkan mencapai US$14,79 miliar.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan target nilai investasi hulu migas akan dipenuhi dengan 12 proyek onstream yang bergulir pada tahun ini.

Selain itu, kontribusi juga datang dari mulainya konstruksi Lapangan Merakes di Blok East Sepinggan oleh Eni dengan perkiraan investasi US$1, miliar, proyek Tangguh train 3 oleh BP Indonesia, dan pembangunan proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh PT Pertamina EP Cepu dengan kisaran investasi US$1,6 miliar.

"Memang kalau tidak ada investasi penurunan [produksi] per tahun bisa sebesar 11% lebih. Supaya tidak jadi penurunan, maka memang perlu investasi untuk program pengembangan," tuturnya dalam Paparan Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2018, Jumat (4/1/2019).

Tahun lalu, realisasi investasi sektor ESDM tercatat US$32,2 miliar atau lebih baik dari capaian tahun sebelumnya senilai US$26,7 miliar. Akan tetapi, realisasi investasi tahun lalu hanya tercapai sekitar 86% dari target US$37,2 miliar.

Tidak hanya itu, realisasi investasi 2018 juga masih kalah dari capaian investasi sektor ESDM pada 2014 silam senilai US$34,4 miliar.

Realisasi investasi sektor ESDM ini berasal dari sektor migas US$12,5 miliar, ketenagalistrikan US$11,3 miliar, minerba US$6,8 miliar, serta US$1,6 miliar yang berasal dari sektor energi baru, terbarukan dan konservasi energi (EBTKE). 

Dwi mengamini bahwa rencana investasi perlu terus dikawal agar terlaksana. Selain itu, untuk menjaga produksi migas, pekerjaan proyek EOR perlu dipercepat.

Mengingat investasi bergantung pada produksi hulu migas, Dwi mendukung percepatan investasi PT Pertamina di Blok Rokan.

"Mestinya Pertamina mulai masuk investasinya. Tinggal siapa yang laksanakan siapa yang financing. Transisi di Blok Mahakam dapat menjadi pelajaran," tambahnya.

Tahun lalu tercatat capaian rata-rata litfing migas 2018 sebesar 1.917 mboepd atau 96% dari target APBN 2018 sebesar 2.000 mboepd. Untuk realsiasi lifting minyak bumi tercatat 778 mbopd, sementara gas bumi seebsar 1.139 mboepd.

Tag : skk migas
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top