Kebijakan Pro-Industri Dapat Jaga Penguatan Rupiah

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau Inaplas menilai penguatan rupiah terhadap dolar bila berlangsung lama dapat membawa angin baik bagi industri. Untuk itu, pemerintah perlu membuat kebijakan yang pro-industri.
Wibi Pangestu Pratama | 04 Januari 2019 20:13 WIB
Ilustrasi: Pabrik plastik

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia atau Inaplas menilai penguatan rupiah terhadap dolar bila berlangsung lama dapat membawa angin baik bagi industri. Untuk itu, pemerintah perlu membuat kebijakan yang pro-industri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Inaplas Suhat Miyarso kepada Bisnis, Jumat (4/1/2019). Suhat menjelaskan setidaknya terdapat dua hal yang memengaruhi penguatan nilai tukar rupiah tersebut.

Pertama, menurut Suhat, kebutuhan dolar pada awal tahun cenderung lebih rendah karena kewajiban-kewajiban perusahaan telah tuntas di akhir tahun. Menurunnya penggunaan dolar untuk operasional tersebut  membuat rupiah menguat.

Lalu, Suhat menilai laporan keuangan pemerintah pada 2018 cukup baik. Hal tersebut membuat sentimen terhadap rupiah membaik sehingga nilai tukarnya menguat.

"Di antaranya karena penerimaan negara memenuhi target. Saya rasa rupiah diapresiasi oleh negara lain, karena [menunjukkan pemerintah] dapat mengelola negara dengan baik," ujar Suhat.

Meskipun begitu, menurutnya secara keseluruhan foreign exchange balance rupiah masih rentan. Neraca pembayaran yang kurang baik dalam enam bulan terakhir dinilai masih menunjukkan potensi rupiah kembali melemah.

Suhat menilai pemerintah perlu menjaga penguatan nilai tukar tersebut melalui kebijakan yang pro industri. Dengan kebijakan tersebut industri existing dapat meningkatkan produksi dan investasi baru dapat muncul.

Dia pun menyoroti kebijakan pemerintah saat ini seperti pengenaan cukai plastik dan larangan penggunaan kantong plastik. Kebijakan tersebut menurutnya dapat menghambat kinerja industri plastik.

"Ini sangat mengganggu industri dalam negeri. Kalau terganggu nanti impor, artinya perlu dolar lagi untuk impor, ini akan melemahkan rupiah terus," tambahnya.

Suhat menjelaskan apabila kondisi penguatan dapat bertahan hingga tiga bulan sektor industri akan terdongkrak seiring penurunan biaya produksi.

Adapun Sekjen Inaplas Fajar Budiyono memperkirakan pada awal tahun nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa mencapai di bawah Rp14.000.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, industri
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top