Ini Penyebab Setoran PPN Kurang Bergairah

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PPN dalam negeri sampai dengan akhir tahun lalu masih menunjukkan pertumbuhan yang kurang bergairah. Bahkan ada kecenderungan terus menyusut dibandingkan dengan bulan atau tahun sebelumnya.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 03 Januari 2019  |  21:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja PPN dalam negeri sampai dengan akhir tahun lalu masih menunjukkan pertumbuhan yang kurang bergairah. Bahkan ada kecenderungan terus menyusut dibandingkan dengan bulan atau tahun sebelumnya.

Data Ditjen Pajak menunjukkan kinerja PPN dalam negeri hanya mampu tumbuh pada angka 6,57% atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu yang mampu mencatatkan kinerja pada angka 15,14%. Kondisi ini jauh berbeda dengan pertumbuhan PPN Impor yang mampu tumbuh hampir 25% pada tahun lalu.

Lantas apa saja yang membuat pertumbuhan PPN dalam negeri tertekan?

Pertama, penjelasan versi pemerintah menunjukkan kalau pertumbuhan PPN dalam negeri yang rendah itu karena keberadaan kebijakan percepatan restitusi yang mulai efektif sejak pertengahan tahun lalu. Kebijakan ini memicu lonjakan permintaan restitusi dari wajib pajak.

Data Ditjen Pajak sampai Oktober 2018 penyampaian SPT Lebih Bayar (LB) telah mencapai 3.846 atau tumbuh 249% dari tahun sebelumnya yang hanya 1.102.  Kenaikan jumlah penyampaian SPT LB ini praktis menaikan nominal yang direstitusikan yakni dari Rp7,4 triliun menjadi Rp12,4 triliun.

Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal menyebut, karena terjadi lonjakan permintaan, maka kondisi itu mau tak mau menggerus penerimaan PPN dalam negeri.

Kedua, tingginya impor yang ditandai dengan naiknya penerimaan pajak dari sektor impor termasuk dalam hal ini PPN impor juga ikut menekan kinerja PPN dalam negeri. Total penerimaan PPN impor pada Desember sebesar Rp186,26 triliun atau tumbuh 24,98%. Secara pertumbuhan angka ini tumbuh hampir tiga kalilipat dari penerimaan PPN dalam negeri.

Melesatnya penerimaan PPN impor ini kemudian menekan kinerja PPN dalam negeri. PPN impor merupakan jenis pajak masukan yang bisa digunakan sebagai pengurang PPN terutang. Karena bisa jadi pengurang maka kenaikan PPN impor akan berdampak pada penerimaan PPN dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ppn

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top