Progres Pabrik Feronikel ANTM Sesuai Target

PT Aneka Tambang Tbk. mengklaim proyek penghiliran yang dilakukan sesuai jadwal yang telah ditargetkan perseroan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 04 Desember 2018  |  21:30 WIB
Progres Pabrik Feronikel ANTM Sesuai Target
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk.  mengklaim proyek penghiliran yang dilakukan sesuai jadwal yang telah ditargetkan perseroan.

Direktur Utama ANTM Arie Prabowo Ariotedjo menuturkan, proyek kunci perseroan saat ini mencakup proyek pembangunan pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi (Line 1).

Dia menyebut bahwa hingga periode September 2018 realisasi konstruksi P3FH telah mencapai 80% dan direncanakan konstruksi pabrik akan selesai pada akhir 2018.

“Nantinya dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (Line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel Antam sebesar 50% dari kapasitas produksi feronikel terpasang saat ini sebesar 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun,” katanya, Senin (4/12/2019).

Arie melanjutkan bahwa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral, terutama untuk mengolah cadangan bijih nikel kadar rendah (<1,7% Ni), pada bulan Oktober 2018.

Perusahaan menandatangani head of agreement (HoA) proyek pengembangan pabrik nickel pig iron (NPI) Blast Furnace Halmahera Timur dengan mitra strategis Ocean Energy Nickel International Pte. Ltd. (OENI). Dalam kerja sama ini, ANTM akan menjamin ketersediaan bahan baku bijih nikel di proyek NPI Blast Furnace sedangkan OENI akan memastikan sumber pendanaan dan penyelesaian konstruksi proyek tepat waktu.

Proyek NPI Blast Furnace memiliki total kapasitas produksi mencapai 320.000 ton NPI atau setara dengan 30.000 ton nikel dalam NPI (TNi) yang terdiri dari 8 line dengan total investasi sekitar US$320 juta. Dua line pertama diharapkan dapat memulai produksi pada kuartal 4 tahun 2020, sedangkan secara keseluruhan ditargetkan beroperasi tahun 2023.

Dalam hal pengembangan komoditas bauksit, saat ini ANTM juga fokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGA per tahun (Tahap 1). Pada bulan Oktober 2018, telah dilakukan penandatangan Kerjasama antara Inalum Group (Inalum & ANTAM) dengan Aluminum Corporation of China Ltd. (CHALCO) terkait Pembangunan SGAR.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top