'Surabaya Membara' Makan Korban, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Rel Kereta

Kementerian Perhubungan mengingatkan masyarakat dilarang berada di rel kereta api untuk kepentingan atau aktivitas apa pun berdasarkan Undang-undang Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian.
Yudi Supriyanto | 10 November 2018 12:53 WIB
Sejumlah seniman mementaskan teatrikal pertempuran dalam drama kolosal "Surabaya Membara" di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). Drama kolosal yang menceritakan perjuangan rakyat Indonesia melawan dan mempertahankan kemerdekaan tersebut berjudul "Gubernur Suryo" dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November untuk memberikan edukasi pada masyarakat yang menyaksikan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengingatkan masyarakat dilarang berada di rel kereta api untuk kepentingan atau aktivitas apa pun berdasarkan Undang-undang Nomor 23/2007 tentang Perkeretaapian.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, mengungkapkan jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api.

"Dalam aturannya, UU Nomor 23 Tahun 2007 tertulis jelas bahwa masyarakat dilarang berada di rel kereta api untuk kepentingan atau aktivitas apa pun. Jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api," kata Zulfikri dalam siaran pers pada Sabtu (10/11/2018).

Seperti diketahui – masih dalam siaran pers Kemenhub – sebanyak tiga orang penonton pertunjukan drama kolosal 'Surabaya Membara' yang digelar di Jalan Pahlawan, Surabaya, meninggal dalam insiden di viaduk (jembatan kereta api di atas) Jl Pahlawan, Jumat (9/11/2018).

Insiden ini juga menyebabkan sejumlah penonton terluka akibat terjatuh dari viaduk. Dia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, dan menyampaikan rasa keprihatinan serta belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut.

Kemudian, dia juga mengungkapkan tidak ingin berspekulasi dan menyalahkan pihak tertentu atas tragedi tersebut. Kementerian Perhubungan, lanjutnya menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, surabaya

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top