Indonesia Urutan ke-12 Untuk Kualitas Video di Asia Timur

Open Signal, perusahaan spesialis dalam hal pemetaan koneksi internet dalam laporan “State of Mobile Video” menyimpulkan bahwa kawasan Asia Timur terlihat memiliki hasil beragam dalam pengalaman nonton  video. 
Pandu Gumilar | 10 November 2018 09:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Open Signal, perusahaan spesialis dalam hal pemetaan koneksi internet dalam laporan “State of Mobile Video” menyimpulkan bahwa kawasan Asia Timur terlihat memiliki hasil beragam dalam pengalaman nonton  video. 

Beberapa negara di kawasan ini termasuk ke dalam negara-negara yang memiliki nilai pengalaman nonton video tertinggi, tapi uniknya beberapa negara lain di kawasan ini juga masuk ke dalam urutan terendah.

Open signal merilis pada siaran resmi Jumat (9/11), sebanyak 14 negara Asia Timur termasuk dalam analisa di laporan tersebut dengan kisaran nilai yang cukup jauh dimana Singapura dengan nilai 66,9 menempati peringkat pertama dan Filipina dengan nilai 35 di peringkat terendah sekawasan Asia Timur.

Nilai tersebut menggambarkan berbagai macam kategori kualitas video. Nilai yang diperoleh Singapura mengantarkan negara tersebut ke dalam kategori ‘Very Good’, yang mengindikasikan waktu loading yang cepat dan waktu tunda yang rendah dalam video streaming, bahkan untuk video yang beresolusi tinggi.

 Singapura menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Timur dari total 11 negara di seluruh kawasan yang mendapatkan nilai ‘Very Good’. Bersama dengan Australia dan Taiwan yang nyaris menempati kategori yang sama. Batas nilai minimal di kategori ini sendiri adalah sebesar 65 point.

Sementara, Indonesia berada di urutan ke 12 untuk urusan pengalaman nonton video dan mendapat skor tertinggi 53,08. Telkomsel berada di urutan pertama terbaik, disusul XL (45,19), Smartfren (40,44), 3 (38,86), dan Indosat (30,57). Pada Indonesia, Open Signal menilai terdapat perbedaan cukup signifikan terjadi dimana hanya dua operator yang berada dalam kategori fair yakni Telkomsel (53,08) dan XL (45,19), sementara sisanya masuk ke kategori poor.

Layanan video sendiri memang tengah digandrungi. Telkomsel mencatat  pelanggannya menggunakan sekitar 63% kuota data yang dimilikinya untuk video streaming. Selain itu, dalam kurun waktu setahun terakhir, pertumbuhan trafik konten video di jaringan Telkomsel meningkat signifikan hingga 250%.

Di antara berbagai operator seluler tersebut, Telkomsel sendiri belakangan terlihat serius menggarap segmen layanan video. Hal ini bisa dilihat dengan adanya platform nonton video milik Telkomsel sendiri yaitu MAXstream. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top