Pertamina Bidik Investasi Migas 2019 US$2,5 Miliar–US$3 Miliar

PT Pertamina (Persero) merencanakan peningkatan investasi di hulu migas untuk mengakomodasi kegiatan pengeboran, hingga upaya menjaga stabilitas produksi dengan menggelontorkan dana senilai US$2,5 miliar – US$3 miliar pada 2019.
David Eka Issetiabudi | 08 November 2018 10:24 WIB
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (tengah) mengisi BBM ke kendaraan pelanggan di SPBU Coco Kuningan, Jakarta, Senin (3/9/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) merencanakan peningkatan investasi di hulu migas untuk mengakomodasi kegiatan pengeboran, hingga upaya menjaga stabilitas produksi dengan menggelontorkan dana senilai US$2,5 miliar–US$3 miliar pada 2019.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning and Operation Evaluation PT Pertamina (Persero) Meidawati mengatakan semakin banyak kegiatan untuk mendukung produksi migas, serta banyaknya pengelolaan wilayah kerja menjadi alasan mengapa investasi meningkat. Tahun ini, menurutnya, Pertamina menyiapkan anggaran investasi senilai US$2,4 miliar.

“Tahun ini kami banyak mau investasi dari kegiatan pemborannya yang bertambah. Baik dari PEP, PHI, kita juga mau tambah lagi Jambaran Tiung Biru,” katanya, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, rencana investasi tahun depan belum meliputi pembiayaan dalam rangka transisi Blok Rokan.

Dia menambahkan terkait rencana investasi untuk pengeboran ataupun pengembangan sedang dilakukan pembahasan dan masih dilihat mana saja yang mana paling prioritas.

“Meski dalam keadaan sulitpun, kami masih melakukan pengeboran eksplorasi. Kegiatan eksplorasi adalah upaya untuk memikirkan jangka panjang,” katanya.

Potensi penurunan produksi yang tidak dapat terelakkan menjadi tantangan Pertamina mengelola lapangan tua. Sejauh ini, dari seluruh sumber migas yang dikelola Pertamina, sebesar 79% berasal dari mature field, sisanya berupa green field.

Peluang untuk mendorong produksi terbuka dari lapangan eksplorasi yang belum dikembangkan, a.l Banyu Urio, Tomori, Donggi dan Matindok, Paku Gajah, Cikarang Tegal Pacing dan West Qurna-1. Dalam kurun 2010 - 2017, produksi migas Pertamina mengalami pertumbuhan sebesar 7% per tahunnya.

Misalnya saja, pada 2010 produksi migas Pertamina tercatat 444 MBOEPD, kemudian bertumbuh menjadi 606 MBOEPD pada 2015, dan 693 MBOEPD pada tahun lalu.

Tag : pertamina
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top