SAP Mendorong Perusahaan di Asia Tenggara Menjadi Perusahaan Cerdas

SAP, perusahaan perangkat lunak asal Jerman, mendorong perusahaan di kawasan Asia Tenggara bertransformasi menjadi intelligent enterprises (perusahaan cerdas) dengan memanfaatkan data di era digital.
Feri Kristianto | 08 November 2018 13:19 WIB
President & Managing Director SAP Asia Tenggara Claus Andresen (ketiga dari kiri) bersama perwakilan klien SAP dari Philipina, Indonesia, dan Singapura di acara Powering Customer Success in SEA di Manila, Filipina, Rabu (7/11). - Bisnis/Feri Kristianto

Bisnis.com, MANILA -- SAP, perusahaan perangkat lunak asal Jerman, mendorong perusahaan di kawasan Asia Tenggara bertransformasi menjadi intelligent enterprises (perusahaan cerdas) dengan memanfaatkan data di era digital.
 
Penting bagi perusahaan bertransformasi karena perekonomian di Asean tumbuh cepat sehingga organisasi dapat memanfaatkan data yang mereka miliki menjadi lebih produktif.
 
President and Managing Director SAP Asia Tenggara Claus Andresen menuturkan perusahaan cerdas adalah usaha yang mampu melakukan sinergi antara kebutuhan konsumen dengan visi perusahaan. Perusahaan tipe ini mampu memanfaatkan data dengan bantuan kecerdasan mesin untuk memberikan analisis yang dapat mendukung pengambilan keputusan secara tepat.
 
"Ekosistem digital di Asia Tenggara terus tumbuh dan memasuki masa kematangan, memberikan peluang yang sangat besar bagi organisasi dengan memanfaatkan kekuatan data," jelasnya di sela-sela pertemuan dengan pelanggan Asia Tenggara di Manila, Filipina, Rabu (7/11/2018)
 
Menurut Andresen, di era sekarang perusahaan cerdas akan mampu melakukan lebih banyak pekerjaan dengan sumber daya tenaga kerja lebih sedikit melalui sistem otomatisasi. Perusahaan cerdas juga mampu memberikan keinginan konsumen melalui pelibatan secara langsung. 
 
Selain itu, keberadaan perusahaan cerdas sejalan dengan arah perkembangan digitalisasi yang terjadi saat ini.

Dia menuturkan otomatisasi akan sangat membantu perusahaan lebih fokus dengan pengembangan bisnis. Otomatisasi juga akan membantu melakukan efisiensi bagi perusahaan sehingga menciptakan efektivitas.
 
Direktur SDM The Body Shop Indonesia Mira Fitria Soetjipto mengakui di era teknologi sekarang, yang dihadapi oleh perusahaan adalah generasi milenial. Dia mencontohkan bagaimana otomatisasi sangat membantu transformasi salah satu jaringan ritel produk kecantikan ini.
 
Mira menuturkan awalnya, Body Shop Indonesia melakukan proses perekrutan hingga penilaian kinerja menggunakan surat menyurat. Dalam perkembangannya, proses ini justru melelahan karena jumlah karyawan hingga ribuan orang.
 
"Surat dari toko di seluruh Indonesia harus dikirimkan ke Jakarta dan kemudian dikirimkan kembali ke daerah. Proses ini sangat panjang," paparnya ketika ditemui di lokasi yang sama.
 
Namun, dengan mengadopsi sistem otomatisasi milik SAP, kini proses menjadi lebih cepat dan efisien. Karyawan tidak perlu lagi mengirimkan ke kantor pusat tetapi cukup dengan mengisi data di formulir yang terdapat di aplikasi mereka karena data tersimpan dalam server virtual yang terjaga keamanannya.
 
Kini, pekerja Body Shop Indonesia yang didominasi generasi milenal dapat dengan mudah mendapatkan penilaian. Selain itu, sistem komputasi ini juga membuat pegawai di toko ritel mereka fokus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.
 

Tag : software, ekonomi digital
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top