Akselerasi Ekonomi Kreatif, Papua akan Miliki Akses Internet Secepat Indonesia Barat

Papua diklaim akan memiliki akses internet yang sama seperti di bagian barat Indonesia pada pertengahan 2019, salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif.
Ni Putu Eka Wiratmini | 08 November 2018 09:26 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (tengah) didampingi Direktur Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail dan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli menyampaikan paparan kinerja empat tahun Kemkominfo pada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Jakarta, Kamis (25/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, NUSA DUA – Papua diklaim akan memiliki akses internet yang sama seperti di bagian barat Indonesia pada pertengahan 2019, salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara optimistis hal itu akan tercapai lantaran proyek Palapa Ring sedang menuju tahap akhir penyelesaian. Proyek Palapa Ring atau Jaringan Serat Optik Tulang Punggung (backbone) merupakan salah satu kebijakan teknologi informasi dan komunikasi afirmatif untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan digital Indonesia.

Dia menambahkan pada pertengahan 2019, lebih dari 500 ibukota kabupaten dan kota-kota besar di seluruh pulau besar Indonesia akan terhubung dengan jaringan backbone internet berkecepatan tinggi nasional dan global.

“Proyek Palapa Ring meletakkan dasar untuk broadband berkecepatan tinggi yang penting bagi perkembangan ekonomi kreatif dan digital Indonesia,” papar Rudiantara, Rabu (7/11/2018).

Pihaknya juga akan meningkatkan pertumbuhan penjualan online lewat pemberian 1 juta nama domain .id gratis dan 1 tahun hosting gratis untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pada 2020, ditargetkan ada 8 juta UMKM di Indonesia. Saat ini, realisasinya telah menyentuh angka 82%.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, kami membuat program UKM Go Online. Bersama dengan ekosistem, khususnya jenis e-commerce di pasaran,” sambungnya.

Program Bakat Digital juga bakal segera dilakukan untuk melatih keterampilan teknologi dan informatika di Indonesia. Pada 2019, ditargetkan ada 20.000 individu yang mendapat pelatihan tersebut.

Program ini merupakan program non gelar dua bulan yang diselenggarakan bekerja sama dengan 20 universitas di Indonesia dan perusahaan digital global, dengan tujuan memberikan sertifikasi bagi individu di bidang analisis big data, Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, komputasi awan, robotika, dan bisnis digital.

Indonesia juga akan terus mengakselerasi startup baru untuk terus berkembang. Saat ini, Indonesia telah memiliki 4 dari 7 unicorn yang ada di Asean, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Startup baru akan dipertemukan dengan unicorn tersebut dalam program Nexticorn.

“Pemerintah juga harus memajukan peran mereka, tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi lebih jauh sebagai akselerator. Kami menyediakan hubungan untuk startup baru untuk menjadi unicorn baru,” terang Rudiantara.

 

Tag : palapa ring, ekonomi digital
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top