117 Pesawat Diuji Laik Terbang Setelah Lion Air PK-LQP Jatuh

Kementerian Perhubungan telah melakukan uji kelaikan (ramp check) terhadap 117 unit pesawat di 10 bandara di Indonesia.
Sri Mas Sari | 07 November 2018 19:32 WIB
Calon penumpang menunggu jadwal keberangkatan di terminal keberangkatan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/3). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan telah melakukan uji kelaikan (ramp check) terhadap 117 unit pesawat di 10 bandara di Indonesia. 

Ramp check mulai dilakukan mulai 31 Oktober, dua hari setelah insiden pesawat Lion Air PK-LQP jatuh di perairan Tanjung Karawang, hingga 6 November terhadap 1 unit Boeing 737-300, 29 unit Boeing 737-500, 57 unit Boeing 737 Next Generation, 11 unit Boeing 737 MAX 8, 11 unit ATR-72, dan 8 unit Airbus 320. 

Pengujian dilaksanakan di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Kualanamu, Minangkabau Padang, Ngurah Rai Bali, Sultan Hasanuddin Makassar, Sam Ratulangi Manado, Juanda Surabaya, Domine Eduard Osok Sorong, Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, dan Hang Nadim Batam.

"Hasil ramp check mendapati semua pesawat laik terbang," ujar Kasubdit Produk Aeronautika Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Kus Handono kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).

Dia menjelaskan ramp check selama ini sebenarnya berlangsung rutin. Namun, berhubung terjadi musibah Lion Air, Kemenhub menggelar pengujian di luar jadwal.

Kemenhub juga menyatakan hasil pemeriksaan khusus terhadap 11 unit B737 MAX 8 yang dioperasikan maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia menunjukkan pesawat laik terbang kendati ada beberapa item yang tidak berfungsi.

"Itu ada dokumen yang memperbolehkan dengan jangka waktu tertentu. Jadi, suatu equipment ada yang boleh tidak berfungsi, tapi diperbolehkan dalam jangka waktu tertentu. Dokumen yang menperbolehkan itu adalah minimum equipment list," jelasnya.

Kus melanjutkan, pemeriksaan khusus atau special audit terhadap Lion Air dan Batam Aero Technic, maintenance provider pesawat Lion Air, masih berlangsung. 

Audit dilaksanakan dengan meninjau ulang prosedur perusahaan, laporan-laporan atau catatan operasional pesawat, wawancara personel kunci atau karyawan yang berkaitan dengan pengoperasian pesawat, serta evaluasi kemampuan fasilitas perawatan Batam Aero Technic.

Pemeriksaan bertujuan memastikan semua ketentuan tentang peralatan dan pengoperasian pesawat terpenuhi. "Kalaupun ada temuan-temuan, nanti sebenarnya tidak untuk dipublikasikan, tetapi untuk keperluan internal Kemenhub, untuk memberikan pembinaan lebih lanjut, apa yang harus ditekankan kemudian hari terhadap kekurangan yang muncul."

Tag : lion air
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top