KNKT: 4 Penerbangan Terakhir, Lion Air JT 610 Alami Masalah ‘Unreliable Airspeed’

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang memiliki masalah unreliable airspeed dalam empat penerbangan terakhirnya.
JIBI | 07 November 2018 07:56 WIB
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono (dari kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Arthur memberikan paparan saat konferensi pers proses evakuasi Lion Air JT 610 di Crisis Center, Jakarta, Senin (5/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -  Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang memiliki masalah unreliable airspeed dalam empat penerbangan terakhirnya.

Empat penerbangan terakhir itu, kata Soerjanto, termasuk saat pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin 29 Oktober 2018 lalu.

"Jadi, di airspeednya terjadi perbedaan antara kiri dan kanan. Kan di pesawat itu ada captain side sama co-pilot side," kata Soerjanto di KRI Banda Aceh, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa  (6/11/2018).

Terkait dengan temuan ini, Soerjanto mengatakan KNKT akan memeriksa pabrikan Boeing, teknisi, dan pilot penerbang PK-LQP sebelumnya untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

Pemeriksaan itu, kata dia, hanyalah sebagian kecil dari rangkaian pemeriksaan yang harus dilakukan KNKT untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat.

"Jadi tidak secepat itu menarik kesimpulannya, masih jauh sekali. Step-step yang harus kita laksanakan di dalam investigasi, termasuk kalau ada keanehan sedikit, itu aja kami menggali dengan usaha yang luar biasa," ujar Soerjanto.

Menurut dia, KNKT telah memeriksa kru serta teknisi dari  Lion Air untuk keperluan investigasi. Terkait dengan pemeriksaan ini, ia mengatakan KNKT tak bisa mengumumkan hasil pemeriksaan lantaran dilindungi oleh Undang-undang.

"Kami akan mempublish yang berkaitan dengan kecelakaan itu sendiri, tapi catatannya itu tidak bisa dipublish," kata Soerjanto.

 

Sumber : Tempo

Tag : boeing, lion air
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top