3 Blok Diperpanjang, Operator Blok Sengkang Masih Misterius

Pemerintah telah memutuskan nasib tiga blok minyak dan gas bumi terminasi pada 2022. Ketiga blok migas yang kontraknya akan habis pada 2022 telah diperpanjang.
David Eka Issetiabudi | 06 November 2018 09:44 WIB
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah telah memutuskan nasib tiga blok minyak dan gas bumi terminasi pada 2022. Ketiga blok migas yang kontraknya akan habis pada 2022 telah diperpanjang.

Pemerintah memberikan perpanjangan kontrak selama 20 tahun kepada kontraktor saat ini (existing) di tiga wilayah kerja migas tersebut.

Pertama, Blok Tungkal (onshore) di Jambi diberikan kepada Montd’or Oil Tungkal (70) dan Fuel-x Tungkal Ltd. (30%).

Kedua, Blok Coastal Plain & Pekanbaru (CPP) merupakan wilayah darat (onshore) Provinsi Riau yang diperpanjang kepada kontraktor existing PT Bumi Siak Pusako dengan saham partisipasi 100%. Padahal, saat ini PT Pertamina Hulu Energi masih memegang 50% hak partisipasi di blok tersebut.

Ketiga, Blok Tarakan, wilayah lepas pantai di Kalimantan Utara diperpanjang kepada PT Medco E and P Tarakan.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum memutuskan pengelolaan Blok Sengkang yang akan terminasi pada 2022.

Kemarin (5/11/2018), Kementerian ESDM mengumumkan tiga pengelola wilayah kerja migas terminasi 2022, yakni  Blok Tarakan, Blok Coastal Plain and Pekanbaru, dan Blok Tungkal. Ketiga WK migas ini kembali diserahkan kepada operator eksisting untuk dikelola hingga 20 tahun mendatang.

Khusus untuk Blok Coastal Plain and Pekanbaru, 100% hak partisipasi dipegang oleh PT Bumi Siak Pusako. Padahal, saat ini Pertamina Hulu Energi masih memegang 50% hak partisipasi di blok tersebut.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, saat ini baru ada tiga pemenang yang diumumkan untuk WK terminasi 2022. "Untuk hari ini hanya 3 blok ini. Untuk CPP 100% untuk PT Bumi Siak Pusako,” katanya, Senin (5/11/2018).

Untuk pengelolaan Blok CPP, PT Bumi Siak Pusako akan menyetor bonus tanda tangan senilai US$10 juta dan komitmen kerja pasti US$130,41 juta. PT Medco E and P Tarakan sebagai pemilik hak pengelolaan Blok Tarakan akan menyetorkan bonus tanda tangan senilai US$1,5 juta dan KPP senilai US$35,5 juta.

Terakhir, untuk Blok tungkal, Montd’or Oil Tungkal dengan hak partisipasi 70% dan Fuel-X Tungkal Ltd 30% akan membayarkan signature bonus senilai US$2,45 juta dan KPP senilai US$13,23 juta.

Nantinya untuk Blok Tarakan dan Tungkal, hak partisipasi 10% diberikan ke BUMD, sementara CPP yang notabene dikelola oleh BUMD maka tidak perlu pembagian hak partisipasi untuk badan usaha daerah.

Arcandra menolak banyak berkomentar mengenai status kajian pemerintah untuk Blok Sengkang. Padahal, pada 31 Agustus silam, Arcandra menyebut bahwa nasib blok yang ada di Sulawesi Selatan ini akan kembali dikelola oleh Energy Equity Epic (Sengkang) Pty Ltd selama 20 tahun setelah masa kontrak berakhir 2022.

Perpanjangan ini diputuskan mengingat tidak ada kontraktor lain yang mengajukan proposal untuk pengelolaan blok tersebut. Dengan diperpanjangnya Blok Sengkang ini, negara menerima signature bonus senilai US$10 juta dan Komitmen Kerja Pasti (KKP) US$60 juta.

"Satu yang clear yakni, Energy Equity Epic di Blok Sengkang, itu diberikan ke Sengkang, operator lama atau eksisting dengan KKP sebesar US$60 juta dan signature bonus US$10 juta," ujarnya waktu itu.

Untuk saat ini Blok Sengkang memiliki wilayah kerja seluas 2,925.23 km dengan masa kontrak sampai dengan 24 Oktober 2022. Energy Equity EPIC (Sengkang) Pty. Ltd. mempunyai cadangan gas terbukti sebesar 800 BCF (billion cubic feet) dan memiliki sumberdaya 2 TCF (trillion cubic feet).

Produksi gas rata rata Blok Sengkang periode Januari - Juli 2018 sekitar 32 mmscfd. Sebagai gambaran, 1 mmscfd gas dapat menjadi bahan bakar untuk 4 MW pembangkit listrik, sehingga 32 mmscfd dapat dianalogikan setara dengan 128 MW pembangkit listrik.

Tag : blok migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top