Jonan Optimistis PNBP Minerba 2018 Tembus Rp46 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan optimistis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) dapat menyentuh Rp46 triliun-Rp48 triliun, tahun ini.
David Eka Issetiabudi | 05 November 2018 08:17 WIB
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan optimistis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara (minerba) dapat menyentuh Rp46 triliun-Rp48 triliun, tahun ini.

Jonan mengamini faktor harga komoditas menjadi pendukung melesatnya PNBP di sektor ESDM secara umum.

“Kinerja PNBP tahun ini mungkin tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Makanya dari target Rp32 triliun di sektor minerba, mungkin bisa menyentuh Rp46 triliun lah ya akhir tahun,” katanya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Sepanjang Januari-September 2018, Kementerian ESDM berhasil mengumpulkan PNBP senilai Rp134,4 triliun atau 111,5% dari target penerimaan tahun ini. Semua sektor di bawah Kementerian ESDM disebut memberikan kontribusi positif terhadap naiknya PNBP.

Secara persentase, penerimaan PNBP dari sektor lainnya mengalami pertumbuhan mencapai 258,3% dari target 2018. Diikuti oleh sektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) sebesar 154,14% dengan realisasi penerimaan Rp1,1 triliun.

Selanjutnya, realisasi minerba 113,08% serta sektor migas 108,55% dari target 2018 yang senilai Rp86,5 triliun.

Di tengah meningkatnya harga komoditas, lanjut Jonan, perlu ada upaya pemerintah untuk disiplin memungut peluang pendapatan tersebut.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Indonesia Mining Institute Irwandi Arif menyebutkan ada dua faktor yang menyebabkan PNBP di sektor minerba mengalami lonjakan signifikan, yakni masalah harga komoditas dan optimasi pemerintah dalam memungut potensi penerimaan.

“Pemerintah sudah melakukan optimasi untuk melihat perusahaan harus taat membayar,” ujarnya, Minggu (4/11/2018).

Kendati demikian, Irwandi menyarankan pemerintah tidak mematok target terlalu tinggi pada 2019. Pemerintah dinilai mesti tetap menggunakan metode berdasarkan dinamika harga komoditas untuk menentukan target PNBP tahun depan.  

Realisasi PNBP sektor ESDM hingga 26 Oktober 2018 adalah sebesar Rp42,5 triliun atau 127,17% dari target, yang senilai Rp32,42 triliun.

Selama dua tahun terakhir, grafis PNBP sektor ESDM mengalami kenaikan. Tercatat, realisasi PNBP 2017 meningkat sebesar 41,09% atau Rp12,39 triliun dari realisasi PNBP 2016.
 

Tag : kementerian esdm, pnbp
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top