CPO Dipisahkan dari Industri Mamin, Begini Komentar Gapmmi

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) menilai pemisahan komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari sektor Makanan dan Minuman dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut.
Wibi Pangestu Pratama | 05 November 2018 21:57 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) menilai pemisahan komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari sektor Makanan dan Minuman dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut.

Ketua Umum Gapmmi, Adhi Lukman, menjelaskan CPO perlu dipisahkan dari sektor mamin agar data yang dihasilkan dapat lebih akurat dari sektor mamin. Hal tersebut disampaikan Adhi kepada Bisnis, Senin (05/11/2018) menanggapi rencana Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam pemisahan tersebut.

Adanya data yang lebih akurat menurut Adhi dapat mendukung analisa yang lebih tepat. Selama ini, Gapmmi sendiri tidak menyertakan komoditas CPO dalam melakukan analisa sektor mamin. Pemisahan tersebut perlu dilakukan agar seluruh pihak–tidak hanya Gapmmi–bisa mendapat data dan melakukan analisa yang lebih baik.

"Tanpa CPO saja pangan olahan [nilai] ekspor impornya masih defisit. Sampai Juli 2018 [sekitar] 800 juta lebih, sementara CPO surplus banyak," ujar Adhi kepada Bisnis.

Adhi menyampaikan setelah pemisahan nilai ekspor sektor makanan dan minuman tentu akan berubah, mengingat CPO berkontribusi besar pada sektor mamin, sekitar 70%. Pemisahan tersebut menurut Adhi dapat membuat pemerintah fokus dalam mengelola tiap sektor dan komoditas, yakni pangan olahan dan CPO.

Tag : cpo
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top