Tiga Jenazah Korban Lion Air JT 610 Kembali Teridentifikasi

Lion Air Group melaporkan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memberikan konfirmasi hasil identifikasi tiga jenazah penumpang JT-610, sehingga total sudah terdapat empat jenazah.
Rio Sandy Pradana | 03 November 2018 12:32 WIB
Petugas cargo dibantu anggota TNI membawa peti jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Chandra Kirana setibanya diterminal cargo Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (3/11/2018). Chandra Kirana merupakan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan yang menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) yang lalu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group melaporkan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memberikan konfirmasi hasil identifikasi tiga jenazah penumpang JT-610, sehingga total sudah terdapat empat jenazah.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang M. Prihantoro mengatakan ketiga jenazah tersebut bernama Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki). Sebelumnya, telah teridentifikasi ataa nama Jannatun Shintya Dewi (wanita).

Konfirmasi tersebut diumumkan kemarin pukul 19.05 WIB setelah adanya kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI Polri.

"Kemarin malam kami secara resmi menyerahkan ketiga jenazah kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di RS Polri," kata Danang dalam siaran pers, Sabtu (3/11/2018).

Dia menambahkan jenazah almarhum Chandra Kirana diberangkatkan menuju Palembang, Sumatra Selatan pada hari ini pukul 06.30 WIB.  Adapun, almarhumah Monni ke Sawah Besar, Jakarta Pusat dan almarhum Hizkia Jorry Saroinsong ke Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lion Air mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan. Dalam hal ini, Lion Air akan mendukung hal yang dibutuhkan oleh keluarga, termasuk memberikan uang tunggu kepada keluarga sebesar Rp5 Juta, uang kedukaan Rp25 juta, serta uang santunan meninggal dunia Rp1,25 miliar ditambah penggantian bagasi Rp50 juta.

Tim DVI Polri juga masih melaksanakan proses identifikasi mendalam yang melingkupi forensik dan tes DNA. Lion Air tetap melakukan pendampingan kepada keluarga  pada setiap posko JT-610.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air, lion air jatuh

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top