Presiden Jokowi: Dunia Cepat Berubah Melalui Banyaknya Kejutan

Saat membuka ISE, Presiden Jokowi menyampaikan tentang dunia yang cepat berubah melalui banyaknya kejutan-kejutan dalam keseharian. Baik di negara kita maupun di dunia. 
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 01 November 2018 19:53 WIB
Presiden Joko Widodo: Dunia cepat berubah melalui banyaknya kejutan - Dok. Kemenristekdikti

Bisnis.com, JAKARTA - Perhelatan Indonesia Science Expo (ISE) Ke-3 dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Saat membuka ISE, Presiden Jokowi menyampaikan tentang dunia yang cepat berubah melalui banyaknya kejutan-kejutan dalam keseharian. Baik di negara kita maupun di dunia. 

Jokowi mencontohkan Belanda,  negara berwilayah sempit namun menjadi pengekspor pangan terbesar kedua di dunia. Facebook, lanjut Presiden, menjadi media terpopuler di dunia saat ini. Padahal, FB tidak memiliki redaktur, redaksi, bahkan wartawan dan tidak pernah membuat konten berita.

Presiden  juga mengatakan bahwa Uber menjadi perusahaan taksi terbesar di dunia padahal tidak memiliki kendaraan.

Selain itu, ada Alibaba yang menjadi perusahaan ritel dengan omset terbesar di dunia tanpa memiliki toko. Air BNB menjadi penyedia akomodasi terbesar didunia walau tidak memiliki hotel bahkan tidak memiliki properti.

Menurut Presiden, hal tersebut menunjukkan tidak ada yang paling relevan untuk menghadapi tantangan kehidupan kecuali lembaga penelitian.

Semua keterbatasan dan ketidakmungkinan bisa diterobos oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

"Kehadiran saya di sini untuk menyaksikan karya-karya besar yang mengubah ketidakmungkinan menjadi kenyataan, yang membuat kesulitan menjadi kemudahan, jangan di balik-balik, inilah yang akan membawa Indonesia maju," ucap Presiden seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenristekdikti, Kamis (1/11/2018) sore.

Presiden Jokowi menambahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini semakin cepat, ditandai adanya revolusi industri 4.0.

Salah satu dampak revolusi industri 4.0 adalah munculnya artifical intellegence, media digital, Internet of Thing, virtual reality, mobil tanpa pengemudi, 3-D printing, cryptocurrency, juga nanotechnology.

Di tengah revolusi industri keempat ini, Presiden Jokowi berharap para peneliti ikut menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. 

"Semua harus ikuti masalah ini, perkembangan ini melahirkan tantangan-tantangan baru, lahirnya teknologi baru membuat beberapa jenis pekerjaan menjadi hilang, yang akan mempengaruhi formasi bisnis," lanjutnya.

Presiden Jokowi memberikan contoh bahwa bisnis supermarket yang dulu mapan, sekarang menyusut karena dominasinya berpindah ke online. "Untuk itu, pemerintah juga dipaksa bekerja cepat dan efisien, kalau tidak maka akan ditinggal oleh negara lain,” tuturnya.

Menghadapi fenomena tersebut Jokowi mengatakan bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah standar moralitas yang semakin tinggi berbarengan dengan penggunaan teknologi.

ISE diselenggarakan untuk membumikan sains dan hasil-hasil riset para peneliti maupun inovator yang ada di Indonesia. Dengan begitu masyarakat luas dapat memahami pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu juga dapat mendorong terciptanya science-based society.

ISE digelar di Indonesia Convention Exhibition BSD, Serpong sejak 1 hingga 4 November 2018.

Tag : sains, Presiden Joko Widodo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top