Kurangi Risiko Bisnis, Pengembang Lakukan Kerja Sama Patungan

Bisnis properti di Indonesia saat memasuki tahun pemilihan umum, cenderung makin menurun, sehingga pengembang berupaya mengurangi risiko dengan melakukan kerja sama patungan.
Maria Elena | 01 November 2018 19:25 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Bisnis properti di Indonesia saat memasuki tahun pemilihan umum, cenderung makin menurun, sehingga pengembang berupaya mengurangi risiko dengan melakukan kerja sama patungan.

Director of Capital Market & Investment Services Colliers Indonesia Steve Atherton menyoroti dengan masa kampanye yang sedang berlangsung, sentimen publik untuk investasi selama periode pemilu sebagian masih wait and see.

Berdasarkan riset Colliers, jumlah pasokan unit apartemen di wilayah Jakarta memang menurun, yaitu 4.494 m2. Dibandingkan dengan tahun 2017, jumlah pasokan apartemen 9.720 m2.

Faktor sentimen negatif juga mengakibatkan pertumbuhan harga menjadi tertekan. Akibatnya, calon pembeli khususnya untuk investasi, masih menunda pembelian karena yield yang diharapkan kurang menarik bagi mereka.

Untuk mengatasi hal tersebut, Steve mengatakan pengembang dan investor asing masih terus mengejar peluang baru dengan membentuk usaha patungan dengan pengembang lokal.

"Meskipun terjadi perlambatan dan proyek konstruksi apartemen yang baru lebih sedikit, pengembang dan investor asing masih melihat peluang dan terus mengejar peluang baru dengan membentuk joint venture," paparnya, Kamis (1/11/2018).

Dia menyatakan banyaknya pengembang dan investor asing yang menggandeng pengembang lokal merupakan strategi untuk memasuki pasar dengan meminimalkan risiko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar properti

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top