Kejar Target Kunjungan Wisman, Pemerintah Kerahkan Peran Agen Travel Daring

Guna menggapai target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018, pemerintah mendesak pengusaha agen perjalanan daring mempersiapkan promosi wisata akhir tahun lebih awal.
M. Richard | 01 November 2018 13:51 WIB
Hotel Aston di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). - traveloka.com

Bisnis.com,  JAKARTA — Guna menggapai target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018, pemerintah mendesak pengusaha agen perjalanan daring mempersiapkan promosi wisata akhir tahun lebih awal.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari—Agustus 2018, sudah tercapai 10,58 juta kunjungan wisman atau naik 12,3% dari rentang yang sama tahun lalu.

Itu berarti masih ada 6,42 juta kunjungan wisman yang harus dicapai pada September—Desember 2018.

Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengimbau agar online travel agent (OTA) mempersiapkan promosinya lebih awal, sehingga pelancong asing memiliki waktu untuk merencanakan kunjungannya ke Indonesia. 

Menurutnya, OTA memiliki potensi besar untuk membantu pemerintah mencapai target kunjungan 17 juta wisman tahun ini.

Pasalnya, sebanyak 70%—80% turis asing menggunakan jasa agen perjalanan daring untuk memesan paket liburannya ke Tanah Air.

“Promosi itu ada lag waktu, sehingga inisiatif untuk memberikan promo lebih awal akan sangat bagus. Saya harap lebih banyak OTA bergerak cepat dalam mengumumkan promo-promonya,” ujarnya, Rabu (31/10/2018).

Kendati demikian, Wayan menggarisbawahi adanya potensi tantangan dalam menggaet kunjungan wisman pada pengujung tahun ini.

Dia menyebut, tidak sedikit turis asing yang terpengaruh pemberitaan negatif tentang bencana alam dan kecelakaan pesawat di Indonesia yang terjadi belakangan ini.

“Mereka hanya butuh informasi yang jelas. Namun, kita lihat Australia kemarin masih mempertahankan travel advice,” tuturnya.

Sementara itu, Vice President Marketing Traveloka Kurnia Rosyada mengatakan, perusahaannya memiliki 40 juta pengguna aktif yang tersebar di 6 negara Asean, yakni Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

“Kami sudah banyak bermitra baik dengan perusahaan penerbangan di sana. Kami juga menyediakan bahasa layanan Thailand, dan mereka dapat membayar jasa keuangan di sana. Jadi kami memudahkan orang-orang di Asia Tenggara untuk mewujudkan liburannya ke Indonesia.”

Kurnia menjelaskan, saat ini Traveloka memberikan promosi 200 destinasi lokal dan internasional.

Namun, klaimnya, di dalam promo tersebut banyak destinasi wisata lokal baru yang dapat dimaksimalkan untuk menarik kunjungan wisman ke Tanah Air.

“Kami ada banyak diskon. Misalnya, diskon hotel, diskon sewa mobil, bahkan untuk kuliner pun juga ada. Hampir semua kebutuhan wisata kami ada,” ucapnya.

Pada perkembangan lain, Kementerian Pariwisata masih optimistis perolehan devisa sektor pariwisata tahun ini dapat mencapai lebih dari US$17 miliar, kendati kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan hanya sekitar 16,5 juta kunjungan hingga akhir tahun ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya belum lama ini menjelaskan, belanja (spending) wisman tahun ini naik menjadi rata-rata US$1.100 per kunjungan dari realisasi tahun lalu sejumlah US$1.000 per kunjungan.

Hingga Agustus 2018, sebutnya, devisa yang dikantongi dari sektor pariwisata sudah mencapai US$10,5 miliar.

“Sampai Agustus US$10,5 juta, itu rerata belanja wisman per kedatangan sekitar US$1.000. Perolehan devisa ini linier dengan kunjungan wisman dikalikan nilai belanjanya,” sebutnya.

Sekadar catatan, devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata pada tahun lalu menembus US$15,2 miliar, tumbuh 12% dari capaian 2016.

“Paling besar perolehan devisa dari wisman China, yang spending-nya terbagi 30% untuk aksesibilitas, 40%  untuk belanja dan kuliner, dan 30% untuk akomodasi hotel,” ucapnya.

Tahun depan, perolehan devisa pariwisata ditargetkan menembus US$20 miliar alias sejalan dengan target kunjungan wisman pada tahun depan sejumlah 20 juta kunjungan.

Tag : pariwisata
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top