IBM Akuisisi Red Hat Senilai US$33,4 Miliar

International Business Machines Corp (IBM) sepakat untuk mengakuisisi produsen perangkat lunak Red Hat Inc. senilai US$33,4 miliar dalam upaya perusahaan untuk mengejar pengembangan komputasi awan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 Oktober 2018 06:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – International Business Machines Corp (IBM) sepakat untuk mengakuisisi produsen perangkat lunak Red Hat Inc. senilai US$33,4 miliar dalam upaya perusahaan untuk mengejar pengembangan komputasi awan.

IBM akan membayar US$190 per saham kepada para pemegang saham Red Hat, menurut pernyataan dari perusahaan yang dikutip Bloomberg.Harga tersebut lebih tiggi 63% dari level penutupan Red Hat sebesar US$U6,68 per saham pada hari Jumat.

"Akuisisi Red Hat adalah sebuah game-changer. Ini mengubah segalanya tentang pasar cloud," kata Ginni Rometty, Chief Executive Officer IBM, seperti dikutip Bloomberg.

Rometty telah berupaya selama bertahun-tahun untuk mengarahkan raksasa teknologi ini ke arah bisnis yang lebih modern, seperti cloud computing, kecerdasan buatan, dan keamanan perangkat lunak.

Dalam laporan keuangan kuartal ketiga, IBM mengecewakan investor yang mencari lebih banyak kemajuan di bidang tersebut setelah enam tahun menurunnya penjualan yang baru mulai menunjukkan kenaikan awal tahun ini. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari bisnis mainframe warisan IBM.

Akuisisi Red Hat akan memberi IBM pertumbuhan dorongan pendapatan langsung di sektor cloud computing serta serangkaian produk perangkat lunak yang telah terbukti untuk dijual melalui tenaga penjualan globalnya.

Pendapatan di Red Hat, yang berasal dari penjualan perangkat lunak dan layanan berbasis sistem operasi Linux, diperkirakan mencapai US$3 miliar untuk pertama kalinya tahun ini karena produk Linux Red Hat Enterprise menarik pelanggan besar.

Pada kuartal ketiga, perusahaan melaporkan rekor 11 kontrak dengan nilai masing-masing lebih dari US$5 juta dan 73 kontrak dengan nilai US$1 juta, menurut catatan dari analis JMP Securities, Greg McDowell.

Tag : ibm
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top