Beban Pokok Pendapatan Vale Justru Turun di Tengah Penguatan Harga Bahan Bakar

PT Vale Indonesia Tbk menyebut beban pokok pendapatan pada kuartal III/2018 menurun sebesar AS$4,8 juta meskipun harga bahan bakar dan batubara meningkat signifikan.
Anitana Widya Puspa | 28 Oktober 2018 18:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk. menyebut beban pokok pendapatan pada kuartal III/2018 menurun sebesar US$4,8 juta meskipun harga bahan bakar dan batu bara meningkat signifikan.

Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur emiten pertambangan dengan kode saham  INCO mengatakan bahwa harga minyak bakar bersulfur tinggi (HSFO) meningkat sebesar 13%, Solar (HSD) 5%, sedangkan batu bara 7% per unit basis dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Akan tetapi, dia mengungkapkan, bahan bakar masih  salah satu biaya terbesar perseroan. Jika dibandingkan dengankuartal II/2018, konsumsi HSFO dan diesel pada kuartal III/2018 meningkat sebesar masing-masing 9% dan 6%, sedangkan konsumsi batubara menurun sebesar 3%.

“Peningkatan dalam konsumsi HSFO dan diesel dan penurunan dalam penggunaan batu bara didorong oleh lebih rendahnya tingkat konversi pada kuartal III/2018 karena pemeliharaan yang tidak direncanakan di coal mill,”katanya melalui keterangan resmi pekan lalu. 

Adapun, INCO juga mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 18.193 mt dan penjualan sebesar AS$205,0 juta pada triwulan III/2018.  

Nico menyebut dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, produksi nikel dalam matte dan pengiriman nikel matte masing-masing sekitar 4% dan 1% lebih rendah. Namun, lanjut dia, pendapatan sedikit lebih tinggi, karena harga  realisasi rata-rata lebih tinggi pada kuartal III/2018.

“Kami menganggap triwulan ketiga ini menguntungkan dikarenakan harga penjualan yang lebih tinggi,” imbuhnya.

Nico melanjutkan untuk menjaga pendapatan yang positif, perusahaan akan tetap fokus dalam mengoptimalisasikan kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. 

Dari sisi operasi, produksi di triwulan ketiga tahun 2018 memang  berada di bawah rencana sebagai akibat dari aktivitas pemeliharaan yang tidak direncanakan untuk mengatasi masalah operasional yang Teridentifikasi dan juga untuk memastikan keselamatan operasi.

PT Vale juga telah mengeluarkan sekitar AS$27,7 juta belanja modal, naik dari AS$13,3 juta pada kuartal II/2018. 

“Karena aktivitas pemeliharaan yang tidak terencana ini, kami merevisi target produksi tahun  penuh kami menjadi 75.000 t pada 2018, turun dari perkiraan 77.000 tpada kuartal II/2018,”tekannya.

Selain itu, perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing.

Tag : vale indonesia tbk
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top