Eight Code Sediakan Solusi Teknologi Bagi UKM

Perusahaan rintisan besutan anak bangsa, Eight Code, menawarkan pengenalan solusi teknologi informasi baru perusahaan makro, mikro, swasta dan BUMN.
Syaiful Millah | 28 Oktober 2018 23:04 WIB
Ilustrasi : Sejumlah anak sedang mengakses situs melalui jaringan internet. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan besutan anak bangsa, Eight Code, menawarkan pengenalan solusi teknologi informasi baru perusahaan makro, mikro, swasta dan BUMN.

Founder Eight Code Faizal Hermiansyah mengatakan dirinya tergerak untuk menyediakan layanan solusi teknologi tidak hanya bagi perusahaan kelas menengah keatas tetapi bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Melalui teknologi, saya percaya UKM dapat mengembangkan bisnis menjadi lebih luas, terarah dan berkelanjutan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (28/10/2018).

Usaha rintisan Eight Code melayani solusi teknologi, pembuatan situs web, integrasi sistem, dan pembuatan aplikasi pada ponsel pintar dengan sistem fleksibel yang cara kerjanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Faizal mencontohkan pemanfaatan teknologi bagi pelaku usaha misalnya, sistem otomatis untuk menerima pemesanan dari pelanggan dan sistem pencatatan yang meminimalisir kesalahan sehingga menimbulkan efisiensi dan efektifitas dalam kegiatan operasional bisnis.

Dia mengatakan usaha rintisannya hingga kini telah mengelola lebih dari 50 klien dari berbagai kategori pelaku bisnis dengan pendapatan hingga Rp100 juta per bulan.

Selain solusi teknologi, Eight Code mengembangkan usahanya melalui kelas pemrograman dengan menawarkan tiga jenis pelatihan, yaitu front and development, back and development, dan full stack development.

Menurutnya, Indonesia masih sangat kekurangan sumber daya manusia di bidang pemrograman. Padahal, saat ini telah memasuki era digital yang menuntut digitalisasi di berbagai bidang kehidupan sehingga diperlukan sumber daya yang memadai.

“Saya melihat Indonesia itu darurat programmer. Banyak startup besar talent untuk teknologinya justru dari luar seperti India dan Singapura. Maka dari itu, diperlukan sebuah cara untuk mencetak programmer dari dan untuk Indonesia,” katanya.

 

Tag : perusahaan rintisan
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top