Gimni: Kapasitas Tangki CPO Nasional Perlu Ditambah

Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) menilai pemerintah dan swasta harus menambah investasi untuk kapasitas tangki penyimpanan crude palm oil.
Pandu Gumilar | 25 Oktober 2018 19:11 WIB
Tandan buah segar - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) menilai pemerintah dan swasta harus menambah investasi untuk kapasitas tangki penyimpanan crude palm oil.

Direktur Eksekutif Gimni Sahat Sinaga mengatakan kapasitas tangki penyimpanan CPO nasional itu terbatas. Dari total produksi yang bisa mencapai 48 juta ton, kapasitas penyimpanan nasional hanya 10% atau sekitar 4,8 juta ton.

"Paling tidak kapasitas tangki itu harusnya 15%—20% dari total produksi. Maka pemerintah dan swasta bangunlah itu tangki penyimpanan di pelabuhan. Sekarang stok sudah 4,6 juta ton hampir penuh kapasitasnya," katanya Kamis (25/10).

Menurutnya dengan peningkatan produksi CPO, pemerintah dan pelaku usaha belum cukup siap untuk mengantisipasinya. Misalnya dengan mempersiapkan tangki yang besar dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan.

Sahat mengatakan dari segi infrastruktur yakni pelabuhan kurang bisa menunjang pengiriman ekspor. Menurutnya untuk meningkatkan ekspor CPO, pemerintah setidaknya harus membangun pelabuhan di dua titik baru.

Di wilayah Barat, bisa dengan membangun pelabuhan di Aceh atau seputar Selat Malaka. Sementara untuk wilayah utara bisa dengan Kalimantan Timur atau Papua. "Indonesia ini tidak punya strategi ekspor, harusnya di dua titik itu sehingga kita bisa memegang pasar China dan Amerika Serikat," katanya.

Menurutnya dengan membangun pelabuhan di dua titik tersebut setidaknya bisa mengurangi biaya pengiriman US$10/ton—US$12/ton.

Tag : cpo, kelapa sawit
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top