Menristekdikti: Inovasi Penting untuk Tingkatkan Nilai Produk

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memaparkan bahwa inovasi sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah sebuah produk.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 25 Oktober 2018 09:23 WIB
Menristekdikti Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memaparkan bahwa inovasi sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah sebuah produk.

Perusahaan rintisan dinilai turut berperan dalam meningkatkan nilai tambah suatu produk, sehingga nantinya dapat membantu menggerakkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan daya saing bangsa.

“Produk startup binaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar. Contohnya produk Magic Ring, yakni cincin penghemat BBM dan penambah performa mesin kendaraan bermotor.  Ada juga Kapal Pelat Datar, yaitu kapal baja dengan lambung pelat datar yang memiliki keunggulan di waktu produksi lebih cepat 30% dan biaya produksi lebih murah 25% dibandingkan kapal berbahan fiber ataupun kayu,” papar Nasir dalam "Jumpa Media Forum Merdeka Barat" di Gedung Serbaguna Kementerian, Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Rabu  (24/10/2018).

Dia menambahkan inovasi tidak akan lahir tanpa adanya riset dan pengembangan. Berkat berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kemenristekdikti, selama empat tahun terakhir diklaim terjadi lompatan besar dalam jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia.

“Publikasi ilmiah internasional meningkat pesat. Pada 2013, hanya ada 5.299 publikasi dan Indonesia pada peringkat 4 di bawah Thailand di Asean. Per 10 Oktober 2018, publikasi ilmiah internasional Indonesia telah menghasilkan 20.610 publikasi dan berada di peringkat 2 Asean, di bawah Malaysia yang memiliki 22.070 publikasi,” sebut Nasir.

Capaian lain yang disampaikan Kemenristekdikti di bidang penguatan inovasi yaitu pengembangan sepeda motor Gesit. Sepeda motor listrik ini disebut sudah siap diproduksi dan dikomersialisasikan.

Menristekdikti menyatakan Gesit akan diluncurkan pada Desember 2018. Sepeda motor ini diklaim sebagai pionir merek motor listrik nasional pertama, dengan porsi komponen lokal mencapai 88%.

Tag : StartUp, kemenristekdikti
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top