PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS: Juru Ukur Berlisensi Capai 7.000 Orang

Jumlah juru ukur bersertifikat yang dibutuhkan untuk mendukung amanat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) saat ini telah mencapai sekitar 7.000 orang dari target sebanyak 10.000 juru ukur hingga 2019.
Juli Etha Ramaida Manalu | 24 Oktober 2018 20:27 WIB
Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan masyarakat pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Rabu (17/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA— Jumlah juru ukur bersertifikat yang dibutuhkan untuk mendukung amanat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) saat ini telah mencapai sekitar 7.000 orang dari target sebanyak 10.000 juru ukur hingga 2019.

 Menteri Agraria dan Tata Ruang /Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil secara total, jumlah juru ukur saat ini sebenarnya telah mencapai hampir 9.000 orang. Namun, baru 7.000 orang yang telah bersertifikat.

“Waktu saya masuk ke ATR/BPN, juru ukur kami Cuma ada 2.000 orang dan sebagian besar sudah jadi pejabat BPN,” katanya, Rabu (24/10/2018).

Sofyan mengatakan, posisi sebagai juru ukur ini akan terus dikembangkan untuk menciptakan profesi baru dan di samping meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung amanat program (PTSL).

Di samping itu, para juru ukur ini juga bisa dilibatkan dalam mensukseskan program pemerintah lainnya yang memang membutuhkan keahlian mereka.

“7.000 [juru ukur bersertifikasi] itu adalah  untuk pengukuran dalam rangka mendukung sertifikasi tapi mereka itu kalaupun misalnya disuruh tugas itu, kalau ya, itu mereka oke karena teknik pengukuran itu mereka sudah kuasai, membaca citra satelit kemudian mengetahui koordinat dan lain lain,” jelasnya.

Bisnis mencatat, saat ini telah dibentuk Modul Vokasi standar yang bisa digunakan oleh Kantor Wilatan Kementerian ATR/BPN dan instansi lainnya untuk mencetak juru ukur berlisensi. Untuk memenuhi kebutuhan  juru ukur serta menjaga kualitasnya Pelatihan Bidang Survei dan Pemetaan pun telah diadakan di University Training Center (UTC) di Semarang, Jawa Tengah (bisnis.com 24/7/2018).

“Ke depan, untuk Pelatihan calon juru ukur berlisensi seperti ii diharapkan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota, seperti dilakukan Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tengah yang sudah berhasil mendidik lebih kurang 200 orang juru ukur dengan biata sepenuhnya dari Pemerintah Daerah,” kata Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan Kementerian ATR/BPN seperti diberitakan bisnis.com, Selasa (24/7/2018).

Tag : sertifikat tanah
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top