Qualcomm Klaim 700 Juta Perangkat Sudah Gunakan Quick Charge

Qualcomm Technologies, anak usaha Qualcomm Incorporated, melansir lebih dari 700 juta perangkat seluler telah mengadopsi teknologi quick charge besutan perseroan.
Rivki Maulana | 24 Oktober 2018 11:52 WIB
Pengguna sedang mencoba teknologi pengisian daya cepat Quick Charge 4 besutan Qualcomm di Kerry Hotel, Hong Kong, Selasa (23/10). - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, HONG KONG -- Qualcomm Technologies, anak usaha Qualcomm Incorporated, melansir lebih dari 700 juta perangkat seluler telah mengadopsi teknologi quick charge besutan perseroan.

Teknologi yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat ini diklaim menjadi solusi pengisian daya yang paling banyak dipakai di industri.

SVP & General Manager Mobile Qualcomm Technologies Alex Kaotuzian mengatakan ekosistem teknologi quick charge telah berkembang pesat dan sudah memasuki generasi keempat. Teknologi ini sudah diterapkan di 200 produk perangkat seluler, 700 aksesoris, dan 100 controllers.

Dari sisi perangkat, ekosistem yang kuat ini membuat pengguna punya pilihan pengisian daya yang lebih cepat saat membeli ponsel cerdas, headset Virtual Reality (VR), pengeras suara nirkabel, kamera, power bank, dan perangkat lainnya. Dari sisi aksesoris pengisi daya, teknologi ini bisa sudah bisa digunakan di dalam mobil, power bank, dan hub USB dengan harga yang kompetitif.

"Pengguna terus menuntut daya tahan baterai yang lebih panjang pada perangkat mereka. Saat mengisi daya, Qualcomm Quick Charge dapat mengisi hampir semua perangkat seluler baik itu mendukung Quick Charge atau tidak," ujarnya di Hong Kong, Selasa (23/10/2018).

Alex menerangkan pihaknya sudah merilis generasi terbaru dari Quick Charge, yakni Quick Charge 4+ yang disebut lebih efisien 30% dari Quick Charge 4. Adapun Quick Charge 4 memungkinkan pengguna mengisi daya hingga 50% dalam waktu 15 menit.

Di samping itu, Quick Charge 4+ juga menggabungkan teknologi battery sensing baru yang bisa langsung mengukur voltase baterai dan kondisi baterai secara akurat. Manfaatnya, perangkat berada dalam pengisian arus tinggi yang lebih lama sehingga mengurangi waktu pengisian.

Menurutnya, Quick Charge 4+ juga mendukung USB Power Delivery sebagai metode signaling utama. Ini berarti pengisi daya yang dilengkapi Quick Charge 4+ memungkinkan perangkat untuk diisi dengan atau tanpa teknologi Quick Charge atau arsitektur Qualcomm Snapdragon di dalamnya.

Perusahaan teknologi BQ menjadi produsen pertama yang menyertakan Quick Charge 4+ dalam produk ponselnya. Chief Technology Officer BQ Ravin Dhalani menuturkan Quick Charge 4+ menjadi pengisian cepat terdapat berkat kompabilitasnya dengan power delivery type-C.

"Ini merupakan langkah besar dalam pengelolaan panas pada perangkat," ucapnya.

Tag : baterai, qualcomm
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top