DPR Setujui Anggaran Kemenperin pada 2019 Sebesar Rp3,59 Triliun

Komisi VI DPR RI setujui pagu anggaran Kementerian Perindustrian Tahun 2019 sebesar Rp3,59 triliun dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Wibi Pangestu Pratama | 24 Oktober 2018 22:46 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto secara simbolis menyerahkan kunci kepada Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis saat kickoff electrified vehicle comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 4 Juli 2018. - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi VI DPR RI setujui pagu anggaran Kementerian Perindustrian Tahun 2019 sebesar Rp3,59 triliun dalam rapat kerja bersama Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat kerja tentang penyesuaian rencana kerja anggaran yang berlangsung pada Selasa (23/10/2018). Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Rabu (24/10/2018), Airlangga menjelaskan anggaran lebih menitikberatkan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri.

Alokasi anggaran lain diantaranya didistribusikan pada program pengembangan teknologi dan kebijakan industri, yakni sebesar Rp655,48 miliar. Program penumbuhan dan pengembangan industri kecil, menengah, dan aneka mendapat anggaran Rp379,81 miliar.

Program dukungan manajemen Kemenperin mendapat anggaran Rp241,68 miliar. Ada pun program penumbuhan dan pengembangan industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika mendapat anggaran Rp126,73 miliar.

Alokasi lainnya adalah untuk program pertumbuhan dan pengembangan industri kimia, farmasi, dan tekstil sebesar Rp123,07 miliar. Program peningkatan ketahanan, pengembangan perwilayahan industri dan akses industri internasional akan mendapat Rp119,37 miliar.

Program penumbuhan dan pengembangan industri berbasis agro mendapat anggaran Rp111,63 miliar. Lalu, program pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur Kemenperin mendapat anggaran Rp44,54 miliar.

"Pagu alokasi anggaran Kemenperin pada tahun depan itu sesuai struktur organisasi yang baru. Sebab, pemerintah saat ini sedang memfokuskan terhadap peningkatan kualitas SDM agar mampu menghadapi perkembangan revolusi industri keempat," tutur Airlangga dalam keterangan resmi.

Sembilan program strategis yang telah diatur anggarannya dirancang untuk mendukung implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Airlangga optimistis program-program tersebut mampu mendongkrak produktivitas dan daya saing sektor industri di kancah global.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top