PLN Siapkan Roadmap Konversi PLTD Menggunakan B100

PT PLN (Persero) tengah menyusun roadmap penggunaan minyak kelapa sawit murni 100% (B100) pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) miliknya.
Denis Riantiza Meilanova | 23 Oktober 2018 20:03 WIB
Kebijakan bauran biodiesel 20% atau B20. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) tengah menyusun roadmap penggunaan minyak kelapa sawit murni 100% (B100) pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) miliknya.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, konversi bahan bakar PLTD dari high speed diesel (HSD) menjadi 100% crude palm oil (CPO) masih membutuhkan kajian lebih mendalam. Pasalnya, penggunaan campuran CPO 20% (B20) pada PLTD PLN yang ada saat ini kurang efisien.

Oleh karena itu, pihaknya harus memastikan kandungan CPO yang seperti apa yang cocok dengan desain mesin PLTD. Sehingga dapat diketahui apakah PLN memungkinkan mengganti bahan bakar mesin lamanya dengan B100 atau PLN perlu melakukan penggantian mesin PLTD dengan mesin yang baru.

"Sedang kami pelajari mungkin nggak kami mengganti itu atau mungkin nggak kami mengubah itu 100%. Karena kalau pakai mesin eksisting saya pakai B20 aja unefisiennya sekitar 3%, artinya mesinnya nggak efisien. Nah, kalau kami desain dari awal kami bisa lebih hemat," ujar Syofvi di Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Syofvi berujar PLN juga tengah menunggu hasil studi pembangunan PLTD berbahan bakar CPO murni oleh Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM. Diperkirakan pembangunan PLTD tersebut akan rampung akhir tahun ini.

Menurutnya, penggunaan CPO murni pada PLTD sangat memungkinkan karena banyak negara-negara lain yang telah menerapkan hal tersebut.

"Coba nanti akhir tahun kita lihat estabilish-nya kayak gimana," kata Syofvi.

Bila penggunaan CPO murni pada pembangkit PLN dapat dilakukan secara masif, kata Syofvi, ke depan penggunaan gas pada pembangkit bisa digantikan selama harga CPO lebih murah atau paling tidak berbeda jauh dari harga gas. Di sisi lain, penggunaan CPO tersebut juga akan meningkatkan bauran energi baru terbarukan pada pembangkit PLN.

Sementara itu, Direktur Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Abumanan mengatakan, roadmap penggunaan B100 tersebut masih disiapkan dan direncanakan rampung tahun depan.

"Kami baru nyusun roadmap, 2019. Kami baru studi dulu," kata Djoko.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pemerintah menargetkan untuk mengonversi 1.800 MW PLTD dengan B100. Secara kebijakan tertulis hal itu sudah dipastikan, sementara untuk operasional atau pelaksanaannya masih akan dibicarakan lebih lanjut.


“Pak Menteri [Jonan] justru meminta itu maksimal bisa dilakukan dalam 2 tahun belakangan. Karena sebetulnya dari mesin yang ada tinggal ditambah dikit, purely 100%. Jadi nggak dicampurkan sekarang, biodiesel ada b30 dan lainnya,”katanya.

Terkait jumlah pembangkit yang akan diubah, maka pendataan akan dilakukan oleh PLN serta beberapa perusahaan Finlandia yang bekerja sama dengan PLN.

Pemerintah, lanjut dia, juga mengundang beberapa perusahaan Finlandia karena selama ini mereka menjadi penyedia teknologi bagi PLN. Sehingga kata dia, pemerintah mempersilakan Finlandia yang berfokus pada energi baru dan terbarukan ingin menyediakan teknologi untuk bisa mengubah HSD menjadi CPO, namun dengan syarat, penyediaannya tak akan mengganggu tarif dari PLN.

Tag : pembangkit listrik
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top