Tokopedia Bakal Adopsi OVO?

Langkah ini diambil lantaran TokoCash belum juga memperoleh kepastian dari Bank Indonesia untuk dapat terdaftar sebagai penyelenggara uang elektronik.
N. Nuriman Jayabuana | 23 Oktober 2018 13:24 WIB
Tokopedia Center - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Tokopedia dikabarkan dalam proses untuk mengadopsi OVO sebagai dompet digital terintegrasi di dalam platformnya dan mendorong pengguna TokoCash untuk mengaktifkan produk dompet digital yang dikembangkan anak usaha Lippo Group tersebut.

Langkah ini diambil lantaran TokoCash belum juga memperoleh kepastian dari Bank Indonesia untuk dapat terdaftar sebagai penyelenggara uang elektronik. Akibatnya, Tokopedia harus menonaktifkan fitur pengisian saldo produk tersebut dalam setahun terakhir.

Head of Corporate Communications Tokopedia, Priscilla Anais, mengungkapkan bahwa Tokopedia membuka peluang untuk menjalin kolaborasi bersama beragam mitra strategis, termasuk dalam layanan pembayaran.

"Tokopedia sebagai marketplace dari waktu ke waktu selalu menggandeng mitra-mitra strategis baru. Jika ada sebuah kemitraan baru, kami tentu akan mengumumkannya kepada para pengguna melalui platform kami," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Bisnis, Senin (22/10).

Tokopedia akan mengikuti langkah perusahaan teknologi lain, yaitu Grab. Grab bermitra dengan OVO sejak 2017 untuk memastikan layanan pembayaran digital GrabPay tetap memenuhi ketentuan yang diatur bank sentral.

OVO yang bernaung di dalam PT Visionet Internasional merupakan salah satu penerbit uang elektronik pemilik lisensi dari Bank Indonesia. Kini, Grab menempatkan Jason Thompson yang sebelumnya memimpin GrabPay sebagai CEO di OVO.

Perusahaan dagang-el lain juga memutuskan untuk menggandeng perusahaan lain yang telah memiliki izin Bank Indonesia sebagai penyedia platform pembayaran karena produk solusi pembayaran yang dikembangkan secara internal tidak kunjung mendapatkan restu bank sentral.

Peraturan Bank Indonesia mengharuskan pemohon izin penyelenggara uang elektronik yang berasal dari lembaga selain bank setidaknya memiliki kepemilikan saham domestik sebesar 51%. Aturan tersebut juga mengharuskan penempatan dana mengendap paling tidak sebesar 30% dari total dana yang dikelola di bank BUKU IV.

Bukalapak menyiasati ketentuan itu dengan bermitra dengan platform pembayaran Dana untuk penyediaan dompet digital BukaDana. BukaDana dipersiapkan sebagai produk yang nantinya menggantikan BukaDompet.

Dana merupakan platform pembayaran yang memiliki lisensi bank sentral melalui PT Espay Debit Indonesia.

Dana dan Bukalapak merupakan portofolio investasi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (Emtek Group) dan Ant Financial—anak usaha Alibaba Group yang bergerak di bidang teknologi finansial.

Sementara itu, Shopee menggandeng PT AirPay International Indonesia untuk dapat kembali menghadirkan fitur pengisian saldo ShopeePay. Shopee dan Airpay adalah anak usaha Sea Ltd. yang bermarkas di Singapura.

Tokopedia, Grab, Bukalapak, dan Sea Ltd. sama-sama menyandang status sebagai unicorn, yaitu perusahaan teknologi yang valuasinya telah melampaui US$1 miliar.

Tag : e-commerce
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top