Rapat Tahunan INACA Bakal Menyikapi Perkembangan Industri 4.0

Rapat yang mengusung tema Managing The Dynamic Challenges in the [National] Aviation Industry.
Rio Sandy Pradana | 22 Oktober 2018 22:22 WIB
Ketua Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dijadwalkan membuka rapat umum anggota tahunan INACA. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carrier Association/INACA) akan menggelar rapat umum anggota tahunan guna membahas tantangan yang dihadapi industri penerbangan nasional yang semakin kompetitif.

Sekretaris Jenderal INACA Tengku Burhanuddin mengatakan Rapat Umum Anggota INACA 2018 yang akan berlangsung di Jakarta pada 25 Oktober 2018 digelar untuk menjawab tantangan industri sekaligus membangun sinergi seluruh pemangku kepentingan industri aviasi nasional dalam menyikapi perkembangan industri 4.0 saat ini.

"Rapat yang mengusung tema Managing The Dynamic Challenges in the [National] Aviation Industry, diharapkan dapat menciptakan kerja sama dalam merumuskan jawaban untuk perkembangan sektor penerbangan," kata Burhanudin, Senin (22/10/2018).

Dia menuturkan RUA INACA 2018 akan dibuka oleh Menteri Perhubungan Indonesia Budi Karya Sumadi, Ketua Umum INACA I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, serta ekonom Cyrillus Harinowo.

Sejumlah tokoh industri penerbangan nasional juga akan hadir sebagai panelis seminar yaitu Direktur Pemasaran dan Pelayanan Angkasa Pura I Devi Suradji, Direktur Operasi dan Teknik PT Angkasa Pura II Djoko Murdjatmojo, Direktur Utama AirNav lndonesia Novie Riyanto, Pengamat Penerbangan Alvin Lie, dan Direktur Utama Citilink lndonesia Juliandra Nurtjahjo.

Menurutnya, tahun ini penuh tantangan bagi dunia penerbangan, yang ditandai dengan merangkaknya harga avtur dan penguatan dolar AS terhadap rupiah, serta beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja industri penerbangan, khususnya bagi penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal (charter).

Kemudian RUA INACA 2018 juga akan membahas perkembangan kargo udara yang sedang bertumbuh terlebih untuk wilayah timur Indonesia yang menjadi fokus pembangunan pemerintah saat ini.

"Sudah saatnya untuk memberikan perhatian tersendiri lebih untuk kargo udara mulai dari konektivitas di wilayah Timur Indonesia serta kegiatan kargo dari dan ke luar negeri," ujarnya.

Pemilihan tema didasarkan pada kondisi dan perkembangan industri penerbangan tanah air saat ini yang sedang menghadapi era revolusi industri 4.0 yang benar-benar baru dan bagaimana menyikapinya untuk terus memberikan dampak positif bagi operator dan pengguna jasa.

Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) memperkirakan pada 2035 Indonesia akan mengangkut 250 juta pemakai jasa penerbangan per tahun dan menduduki posisi kelima dari 10 besar dunia pasar penumpang angkutan udara.

"Melihat potensi ini, dan apa yang tengah dilakukan pemerintah, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan rute, penyesuaian tarif penerbangan terkait kenaikan harga Avtur dan penguatan dolar AS terhadap rupiah, hingga penataan air traffic yang efektif, maka perusahaan penerbangan tanah air dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bersaing di pasar global," tambah Burhanuddin.

Tag : penerbangan, inaca
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top