Wijaya Karya (WIKA) Sabet Penghargaan di London

Wijaya Karya menyabet pemenang kategori enviromental engineering di ajang Year in Infrastructure 2018 Award di London, Inggris.
M. Nurhadi Pratomo | 20 Oktober 2018 03:57 WIB
Kantor WIKA - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menyabet pemenang kategori enviromental engineering di ajang Year in Infrastructure 2018 Award di London, Inggris.

Dalam siaran pers perseroan, Jumat (19/10), emiten berkode saham WIKA itu terpilih sebagai pemenang dalam penghargaan yang diselenggarakan oleh penyedia perangkat lunak, Bentley. Kontraktor pelat merah itu menjadi wakil Indonesia pertama yang berhasil masuk nominasi sekaligus tampil sebagai pemenang di ajang penghargaan tersebut.

WIKA terpilih sebagai pemenang enviromental engineering untuk penerapan building information modelling (BIM). Penghargaan disabet untuk proyek perencanaan penanggulangan bencana longsor di Bogor, Jawa Barat, serta kategori bridges untuk penerapannya pada proyek pembangunan jalan layang Teluk Lamong.

General Manager Pengembangan Sistem Wijaya Karya Novias Nurendra mengatakan BIMN memainkan peran penting bagi keberhasilan proyek perseroan. Penerapannya mampu memberikan perencanaan yang lebih akurat dan menghasilkan efisiensi dari segi waktu pengerjaan maupun biaya.

“WIKA akan fokus mengoptimalkan penerapan teknologi ini sehingga meningkatkan nilai tawar untuk dapat mengembangkan bisnis di sektor konstruksi,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (19/10/2018).

Seperti diketahui, Year in Infrastructure Award merupakan rangkaian dari konferensi The Year in Infrastructure 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh pemimpin perusahaan konstruksi di dunia.

Dari 420 proyek awal, terpilih 57 finalis dari 19 negara yang masuk ke 19 nominasi kategori penghargaan. Terpilihnya WIKA sebagai pemenang menyisihkan para kontraktor asal Korea Selatan, India, China, dan Prancis.

Seperti diketahui, WIKA telah mengantongi kontrak baru Rp25,32 triliun per September 2018. Realisasi tersebut meningkat Rp1,87 triliun dari nilai kontrak baru Rp23,45 triliun pada Agustus 2018.

Sektor infrastruktur dan gedung masih mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan Rp18,83 tririliun pada Januari 2018—September 2018. Sisanya, segmen industri berkontribusi Rp4,61 triliun, energi dan industrial plant Rp1,08 triliun, dan properti Rp802,37 miliar.

Pada Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, WIKA mencatat kesepakatan bisnis Rp15,68 triliun. Jumlah itu berasal dari investasi dan perluasan pasar di luar negeri.

Adapun, proyek luar negeri yang dikantongi WIKA yakni kesepakatan bersama The Development Bank of Rwanda (BRD Plc) dan Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk membangun 1.000 rumah hunian dan kantor pusat BRD Plc dengan nilai total kesepakatan mencapai US$151 juta atau Rp2,26 triliun.

Tag : wika
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top