Tiga Perusahaan Ini Garap Tol Dalam Kota Bandung. Nilainya Rp10 Triliun

Sebanyak tiga perusahaan bersepakat membentuk konsorsium untuk menginisiasi pembangunan proyek Bandung Intra Urban Toll Road.
Irene Agustine | 13 Oktober 2018 15:33 WIB
Ilustrasi: Pengendara melaju saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas contraflow (lawan arah) yang diberlakukan di ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cikunir arah Pondok Indah km 47, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (20/9). - Antara

Bisnis.com, NUSA DUA — Sebanyak tiga perusahaan bersepakat membentuk konsorsium untuk menginisiasi pembangunan proyek Bandung Intra Urban Toll Road.

Ketiga perusahaan itu ialah PT Margautama Nusantara, PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA).

Penandatanganan nota kesepahaman proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) dilakukan oleh Direktur Utama PT Margautama Nusantara Danni Hasan (kiri), Direktur Operasi I WIKA Agung Budi Waskito (tengah), dan Executive Director SMRA Hindarko Hasan di Nusa Dua, Bali, Sabtu, (13/10/2018).

Direktur Utama PT Margautama Nusantara Danni Hasan mengatakan bahwa dengan menginisasi BIUTR, perusahaan memperluas area bisnis ke wilayah Jawa Barat.

Sebelumnya, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) itu sudah memiliki konsesi jalan tol Pettarani di Makassar dan bagian Jakarta Outer Ring Road, di Tangerang.

“Untuk proyek ini, perusahaan membentuk konsorsium bersama WIKA dan Summarecon untuk menciptakan konektivitas, khususnya dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung," kata Danni dalam sambutannya,  Sabtu (13/10/2018).

Proyek BIUTR memiliki panjang 25,35 kilometer dengan perkiraan investasi mencapai Rp10 triliun.

Nantinya, ruas ini menghubungkan wilayah Pasteur–Cileunyi (jalan tol Cisumdawu) dan Gedebage (jalan tol Purbaleunyi). Pada rute Pasteur–Cileunyi, nantinya trase akan melewati  Gasibu, Pahlawan, Cicaheum, Ujung Berung, dan Cibiru.

Sementara itu, pembangunan di ruas Ujung Berung juga akan dilanjutkan menuju Gedebage.

BIUTR rencananya dibuat melayang di atas ruas jalan yang sudah ada sehingga kapasitasnya menjadi dua kali lipat lebih banyak.

Saat beroperasi nanti, BIUTR diyakini akan memecah konsentrasi kendaraan pada ruas jalan yang dilalui di Kota Bandung. Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk kontribusi perusahaan yang terus fokus dalam menciptakan konektivitas dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur daerah.

Saat ini, konsorsium masih menyusun dokumen studi kelayakan proyek tersebut. Rencananya proyek ini membutuhkan waktu kontruksi selama 2 tahun.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top