Whatsapp Rentan Diretas, Facebook Perbaiki Layanan

Facebook Inc mengatakan telah memperbaiki layanan WhatsApp messenger terkait bug terbaru pada platformnya yang memungkinkan peretas mengambil alih aplikasi pengguna ketika mereka menjawab panggilan video yang masuk.
Rayful Mudassir | 11 Oktober 2018 12:31 WIB
Aplikasi WhatsApp terlihat di layar ponsel. - Reuters/Thomas White

Bisnis.com, JAKARTA - Facebook Inc mengatakan telah memperbaiki layanan WhatsApp messenger terkait bug terbaru pada platformnya yang memungkinkan peretas mengambil alih aplikasi pengguna ketika mereka menjawab panggilan video yang masuk.

Pengumuman ini menyusul laporan dari situs web teknologi ZDnet dan The Register tentang ditemukannya sebuah kerentanan yang mempengaruhi aplikasi WhatsApp pada smartphone Apple dan Android pada akhir Agustus lalu. Setelahnya, Facebook Inc menyebut telah memperbaiki seluruh persoalan pada awal Oktober.

“Kami secara rutin terlibat dengan peneliti keamanan dari seluruh dunia untuk memastikan WhatsApp tetap aman dan andal. Kami segera mengeluarkan perbaikan ke versi terbaru WhatsApp untuk menyelesaikan masalah ini,”kata WhatsApp seperti dilansir Reuters, Rabu (10/10/2018).

Karyawan WhatsApp yang akrab dengan masalah ini mengatakan tidak ada bukti bahwa peretas benar-benar mengeksploitasi bug untuk meluncurkan serangan. Seorang juru bicara Google juga mengatakan perusahaan tidak menyadari bug yang pernah digunakan dalam serangan sebelum ditambal.

Akan tetapi Travis Ormandy, seorang peneliti di Google Project Zero yang menemukan bug itu, menyebutnya kemunculan bug sebagai "masalah besar."

"Hanya menjawab panggilan dari penyerang bisa benar-benar kompromi dengan WhatsApp," katanya di Twitter.

WhatsApp digunakan oleh lebih dari 1,2 miliar orang di seluruh dunia dan merupakan alat kunci untuk komunikasi dan perdagangan di banyak negara. Layanan ini diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2014 sebesar US$19 miliar.

Facebook telah mengalami serangkaian masalah terkait keamanan pada tahun lalu. Perusahaan media sosial itu mengungkapkan adanya pelanggaran keamanan yang dilakukan kepada 50 juta akun oleh peretas pada pekan lalu. Kondisi ini turut menyebabkan saham Facebook turun 1,2 persen pada US$155,94 pada Rabu kemarin.

Tag : facebook, whatsapp
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top