PLTD dengan Total Kapasitas 1.800 MW Didorong Pakai Biodiesel 100%

Pemerintah terus mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengurangi pembangkit listrik berbahan bakar diesel atau Solar (PLTD). 
Anitana Widya Puspa | 10 Oktober 2018 11:37 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengurangi pembangkit listrik berbahan bakar diesel atau Solar (PLTD). 

Selain itu, PLTD yang sudah beroperasi juga didorong untuk menggunakan bahan bakar nabati seluruhnya atau 100% (B100). 

Selain dapat mengurangi penggunaan energi fosil, pemakaian B100 juga lebih ramah lingkungan dan dapat menyerap minyak sawit domestik. 

Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) konsisten dengan target konversi bahan bakar Solar ke B100 terhadap PLTD dengan total kapasitas 1.800 megawatt (MW). 

 Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan bahwa secara kebijakan tertulis, hal itu sudah dipastikan, sedangkan untuk operasional atau pelaksanaannya masih akan dibicarakan lebih lanjut.

“Pak Menteri [Ignasius Jonan] justru meminta itu maksimal bisa dilakukan dalam 2 tahun belakangan. Karena sebetulnya dari meisn yang ada tinggal ditambah dikit, purely 100%. Jadi nggak dicampurkan sekarang, biodiesel ada b30 dan lainnya,”katanya Selasa (9/10/2018) di Kementerian ESDM.

Terkait jumlah pembangkit yang akan diubah, maka, pendataan akan dilakukan oleh PT PLN serta beberapa perusahaan Finlandia yang bekerja sama dengan PLN.

Pemerintah lanjut dia juga tengah mengundang beberapa perusahaan Finlandia karena selama ini meraka menjadi penyedia teknologi bagi PLN. Sehingga kata dia pemerintah memepersilakan  Finlandia yang berfokus pada energy baru dan terbarukan ingin menyediakan teknologi untuk bisa mengubah biodiesel menjadi CPO, namun dengan syarat, penyediaannya tak akan mengganggu tarif dari PLN.

Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga memaparkan capaian-capaian Indonesia dalam mendukung program energi baru dan terbarukan. Misalnya, terkait program bauran energi B20."Kami baru saja mengimplementasikan 20% gasoil energi mix, biosolar 20%. Ini tantangan berat, termasuk transportasi logistik," kata Jonan.

Selain itu ada juga rencana penggunaan atap panel surya yang aturannya dikabarkan akan meluncur sebentar lagi. Jonan pun tak segan mengundang para pengusaha Finlandia untuk berpartisipasi dalam tender proyek panel surya tersebut.

"Proyek panel surya itu proyek menguntungkan, silakan apabila Finlandia ingin ikut tender. Kapasitasnya diharapkan sekitar 1.700-2.000 MW. Satu-satunya tantangan adalah investasinya. Mungkin bank bisa memiliki kerja sama dengan penyedia teknologi dan energi," tutur Jonan.

 

Tag : Biodiesel
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top