Asosiasi e-Commerce Minta Pemerintah Akomodir Masukan Industri

Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) meminta pemerintah untuk mengakomodir seluruh masukan dari pemain e-commerce di pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang telah bergulir sejak 2015.
Sholahuddin Al Ayyubi | 10 Oktober 2018 06:05 WIB
Ecommerce - alleywatch.com
Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) meminta pemerintah untuk mengakomodir seluruh masukan dari pemain e-commerce di pembahasan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang telah bergulir sejak 2015.
 
Ketua Umum idEA, Ignatius Untung meyakini bahwa RPP e-commerce tersebut sudah memasuki tahapan finalisasi dan tengah menunggu teken dari Presiden Joko Widodo. Namun dia menyayangkan sampai kini naskah terbaru mengenai RPP tersebut masih belum disosialisasikan.
 
"Sudah cukup lama sejak terakhir kami melihat draft RPP. Selepas itu, belum ada informasi terbaru terkait penjelasan dan solusi dari pemerintah terhadap poin-poin masukan kami di FGD dahulu," tuturnya, Selasa (9/10/2018).
 
Dia juga menyarankan agar naskah RPP e-commerce itu dapat mengakomodir masukan dari para pelaku industri. Pasalnya dia menilai industri e-commerce merupakan wadah bagi jutaan UKM di seluruh Indonesia.
 
"Jadi, seharusnya memang regulasi itu mampu menaungi para pelaku industri dan menciptakan equal playing field bagi ekosistem perdagangan online, termasuk pelaku industri, merchant dan konsumen. Bukan sebaliknya, regulasi yang membatasi pertumbuhan industri," katanya.
 
Menanggapi hal tersebut, Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan, I Gusti Ketut Astawa mengakui pihaknya telah melakukan kajian mendalam bersama sejumlah kementerian sejak 2015.
Menurutnya, Kemendag juga telah melakukan beberapa perubahan pada RPP tersebut meskipun hanya sebatas mengubah redaksional.
 
"Pada Mei 2018, mulailah kita bahas ulang tapi tidak mengubah. Tambahannya cuma dua poin penting. Satu terkait pemberdayaan (UMKM) dan registrasi (penjual di marketplace). Itu saja yang berubah total, yang lainnya tidak terlalu banyak. Pembahasannya tidak substantif dan tidak mengubah banyak isi naskah,” ujarnya.
 
 
Tag : internet, ecommerce
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top