Indonesia & Finlandia Jajaki Kerja Sama di Sektor Pulp

Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen mengunjungi Kementerian Perindustrian untuk menjajaki peluang kerja sama baru antarkedua negara.
Wibi Pangestu Pratama | 09 Oktober 2018 16:37 WIB
Pekerja memarkir truk angkut kayu yang kosong di area Estate Pelalawan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (20/10). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen mengunjungi Kementerian Perindustrian untuk menjajaki peluang kerja sama baru antarkedua negara. Disambut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, keduanya membahas industri pulp serta pembangunan pusat inovasi dan teknologi yang dinilai berpotensi untuk dikembangkan.

Anne mengunjungi Kemenperin pada Senin (8/10) petang dalam rangka penjajakan peluang kerjasama Indonesia-Finlandia. Kerjasama ekonomi terutama upaya peningkatan investasi untuk memperdalam struktur industri manufaktur menjadi pembahasan Anne dan Airlangga.

“Area yang berpeluang untuk kerja sama kedua negara di sektor industri, meliputi industri berbasis agro khususnya pulp dan kertas serta mendorong pembangunan science and technology park,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis pada Senin (8/10) malam.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, pada 2018 investor Finlandia menanamkan modal sebesar US$1,75 juta dalam dua proyek di sektor industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan. Industri pulp sendiri dinilai Airlangga sebagai sektor yang diprioritaskan pengembangannya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional.

Dia pun menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam bahan baku. Indonesia yang terletak di kawasan tropis menghasilkan tanaman berproduktivitas lebih tinggi dibanding negara-negara pesaing yang berada di kawasan subtropis.

Negara-negara Amerika Utara dan Skandinavia (NORSCAN) sebagai pemasok utama pulp dan kertas di dunia belakangan ini dinilai menunjukkan kecenderungan produksi yang menurun. Airlangga menambahkan, negara-negara di kawasan tropis seperti Indonesia mulai menunjukkan potensinya dalam menghasilkan pulp.

“Saat ini [produsen pulp] telah bergeser ke Asia Tenggara terutama Indonesia serta negara-negara Amerika Latin seperti Chili, Brasil, dan Uruguay,” tutur Airlangga.

Tag : manufaktur
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top