Nexticorn Ajang Cari Jodoh 115 Startup dan 105 Venture Capital

Telah ada lebih dari 1.100 permintaan pertemuan (meeting) dari para pemodal ventura menjelang Nexticorn International Convention.
Dhiany Nadya Utami | 09 Oktober 2018 07:46 WIB
Nadiem Makarim dari Go-Jek (dari kiri ke kanan), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Ferry Unardi dari Traveloka, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Achmad Zaky dari Bukalapak dalam Nexticorn International Summit di Bali, Rabu (9/5/2018) - Bisnis - Demis Rizky Gosta

Bisnis.com, JAKARTA — Lebih dari 100 startup lokal akan bertemu dengan para calon investor dalam Nexticorn International Convention di Bali, akhir pekan ini. 

Deputy Chairman for Nexticorn Strategy Formulation Coordination Lis Sutjiati mengatakan dari sekitar 1.700 perusahaan rintisan yang ada di Indonesia, ada 115 startup terpilih dari proses kurasi dan 105 di antaranya telah mengonfirmasi akan hadir dalam ajang yang dilaksanakan di Bali pada 13–14 Oktober 2018 tersebut. 

Lis menyebut jumlah perusahaan rintisan yang hadir bertambah dibandingkan dengan gelaran Nexticorn sebelumnya yang diadakan Mei lalu. Begitupun jumlah pemodal ventura yang hadir meningkat dari yang sebelumnya hanya 89 menjadi 105 venture capital. 

“Dari jumlah itu, 80% sudah konfirmasi hadir. Jumlahnya bertambah karena kemarin kami roadshow ke negara-negara seperti China, Korea, Singapura, Jepang,” kata Lis saat konferensi pers Nexticorin International Convention: Digital Paradise Weekend di Gedung Kemkominfo, Senin (8/10/2018).

Dia mengatakan para pemodal tersebut merupakan venture capital yang sudah dikurasi berdasarkan reputasinya dalam melahirkan unicorn-unicorn dunia. Beberapa pemodal ventura global yang hadir di antaranya Accel Partners, SoftBank Ventures, Temasek, Yahoo! Japan Capital, LINE Ventures, East Ventures, Eight Roads, Quona, Reiventure, dan Jubilee Capital Management. Para modal venture ini memfokuskan diri pada pendanaan seri A, B, dan C.

Sejauh ini, kata Lis, telah ada lebih dari 1.100 permintaan pertemuan (meeting) dari para pemodal ventura. Adapun pihak Nexticorn mengakomodasi hingga 2.000 pertemuan dalam 2 hari tersebut. Setiap pertemuan berdurasi sekitar 20—30 menit. 

Lis mengaku optimistis gelaran Nexticorn kali ini akan semakin membuka jalan bagi para perusahaan rintisan untuk mendapat tambahan suntikan modal. Dia berkaca pada hasil yang dinilai memuaskan dari gelaran sebelumnya.

“Nexticorn pertama kemarin kami hanya menargetkan 200 meeting ternyata requestnya ada 2.000 lebih, dari situ terealisasi 1.035 dan sampai sekarang sudah ada yang follow up 294. Kami harapkan makin bertambah lewat ajang sekarang,” tuturnya.

Dia menegaskan, salah satu misi Nexticorn adalah menjaga agar para perusahaan rintisan ini tetap menjadi startup Indonesia. Ajang ini bukan berarti merelakan perusahaan rintisan lokal diakuisisi pihak asing, tetapi lebih untuk mencari cara bagaimana startup lokal dapat berkembang seperti 4 perusahaan Indonesia yang telah lebih dulu menjadi unicorn.

“Investor boleh dari luar, tetapi mereka tetap jadi startup merah putih. Ajang ini tidak diharapkan [membuat unicorn] jadi milik luar,” tegasnya.

Dewan Pembina idEA sekaligus Ambassador Nexticorn Daniel Tumiwa mengapresiasi upaya pemerintah yang bergerak aktif dalam memfasilitasi para perusahaan rintisan untuk bertemu pemilik modal. 

Dia menyebut pemerintah sudah tepat dengan menempatkan diri sebagai akselerator karena kerap kali investor sulit mendeteksi mana saja startup yang potensial. Sebaliknya, dari sisi perusahaan juga sering kesulitan mendapat akses ke pemodal.

“Memang harus ada proses dulu, bagaimana mengkurasi dan menemukan potensinya. Kalau tidak, akan ada peluang-peluang yang terlewat,” kata Daniel.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top