Gempa Palu Tak Surutkan Minat Investor ke KEK Palu

Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Palu pada Jumat (28/9/2018), tidak menyurutkan minat investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.
Annisa Sulistyo Rini | 08 Oktober 2018 01:25 WIB
Sejumlah kerusakan akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). - ANTARA FOTO/BNPB/pras

Bisnis.com, JAKARTA--Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Palu pada Jumat (28/9/2018), tidak menyurutkan minat investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

Mulhanan Tombolotutu, Presiden Direktur PT Bangun Palu Sulawesi Tengah, selaku pengelola KEK Palu, mengatakan wilayah kawasan industri tersebut terhindar dari tsunami walaupun jaraknya hanya 800 meter dari pelabuhan. Bangunan yang sedikit runtuh hanya kantor administrator milik badan pengelola yang dibangun 2 tahun lalu.

"Di luar dugaan ada 3 orang investor Jepang yang melakukan investasi, mereka janji ikut kembangkan KEK. Dengan suasana duka dan musibah, ada hikmah pengusaha yang termotivasi bangun KEK," ujarnya ketika memberikan laporan kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Palu, Minggu (7/10/2018).

Mulhanan menyebutkan investor tersebut berencana membangun industri bahan pembangkit listrik dari cangkang sawit yang akan diolah dan diekspor ke Jepang. Investor tersebut membangun perusahaan bernama PT Hashimoto Gemilang Indonesia dan bekerja sama dengan Astra dalam proyek ini.

"Mereka bilang siklus bencana ini 50 tahunan dan mereka bisa bangun bangunan yang kena gempa 6-7 skala Ritcher itu enggak akan kenapa-kenapa. Mereka percaya ekonomi pascabencana justru akan lebih cepat tumbuh," jelasnya.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, menyambut baik kabar tersebut. "Tentunya kami mengapresiasi investor yang tetap mau investasi di KEK Palu," ujarnya.

Sebagai informasi, KEK Palu merupakan salah satu dari 12 kawasan khusus yang dikembangkan oleh pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi dan membantu memeratakan ekonomi di luar Jawa. KEK Palu berada di lahan seluas 15.000 hektare, dengan pengembangan pada 2017 terealisasi hingga 482 hektare.

Kawasan itu ditargetkan bisa menggaet investasi senilai Rp12,5 triliun, dan hingga Juli 2017 realisasinya mencapai Rp115 miliar. Kawasan ini menjadi salah satu KEK yang berada di lokasi strategis karena berada di wilayah utara-selatan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

KEK Palu didukung dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, yang memiliki panjang landasan pacu 3.500 meter dan kapasitas penumpang sekira 1500 orang per hari. Jarak Bandara ke KEK sekira 23 kilometer.

Selain itu, KEK terhubung dengan Pelabuhan Pantoloan dengan kapasitas saat ini 37.000 TEUs, yang ditargetkan dalam pengembangan mencapai 1,2 juta TEUs. Ada pula fasilitas jalan trans-Sulawesi Palu-Toli-toli, jalan lingkar luar (outer ring road) Palu dan jalan pintas (by pass) Palu-Parigi.

Tag : kek palu, Gempa Palu
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top