KBRI Bandar Seri Begawan & Kemenpar Giat Tarik Wisatawan Asal Brunei

KBRI Bandar Seri Begawan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi pariwisata di Indonesia, khususnya sepuluh Bali Baru
Fitri Sartina Dewi | 06 Oktober 2018 15:38 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) dan Ibu Negara Iriana (kanan) berjalan bersama Sultan Hassanal Bolkiah (kiri) dan Ratu Saleha untuk menghadiri jamuan makan memperingati Perayaan 50 Tahun Sultan Hassanal Bolkiah Bertahta, di Istana Nurul Iman, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Jumat malam (6 - 10).Reuters/Ahim Rani

Bisnis.com, JAKARTA—KBRI Bandar Seri Begawan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi pariwisata di Indonesia, khususnya sepuluh Bali Baru.

 Dubes RI untuk Brunei, Sujatmiko mengungkapkan kegiatan pertemuan promosi destinasi wisata yaitu Indonesian Tourism Table Top Sales Mission yang digelar di Bandar Seri Begawan pada 4 Oktober 2018 itu dihadiri sekitar 40 agen wisata, maskapai penerbangan, media dari Indonesia dan Brunei.

 Pada kegiatan promosi kali ini, Dubes Sujatmiko menuturkan pihaknya mengangkat tema Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur) yang didukung dengan adanya penerbangan langsung Bandar Seri Begawan-Surabaya melalui Royal Brunei Airlines.

 "Dalam acara promosi wisata setengah hari di Bandar Seri Begawan dapat dihasilkan 675 transaksi dari 9 seller dan 20 buyer senilai BND360.000,” ujarnya melalui siaran pers, Sabtu (6/10/2018).

 Menurutnya, meski jumlah penduduk di Brunei lebih sedikit jika dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, tetapi Brunei tetap menjadi pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Masyarakat Brunei, imbuhnya, memiliki daya beli yang cukup tinggi, mengingat GNP per kapitanya sebesar US$27.000.

 “Selain itu, kedua negara juga memiliki kedekatan budaya dan geografis, sehingga tidak ada alasan mengapa jumlah wisatawan bilateralnya rendah,” ucapnya.

 Selain melakukan promosi pariwisata di Indonesia, Dubes Sujatmiko mendorong peningkatan konektivitas antar kedua negara seperti rencana pembukaan penerbangan langsung Brunei-Lombok dan Brunei-Pontianak serta operasi bis wisata Pontianak-Brunei. 

 Lebih lanjut, dia menyatakan pertemuan tersebut dinilai berhasil mengingat dalam waktu setengah hari dapat menghasilkan 675 transaksi dengan total nilai BND360.000 atau setara Rp3,95 miliar.

 Dia menjelaskan, sebagian besar para buyer memiliki rencana untuk menawarkan paket wisata Indonesia untuk menghadapi perayaan imlek mendatang. Selain tujuan wisata di Jawa Timur, para buyer juga tertarik mengambil paket wisata destinasi Aceh, Jawa barat dan Bali.

 Setelah menyelenggarakan Tourism Table Top, Kementerian Pariwisata dan KBRI Bandar Seri Begawan juga menggelar Brunei Travel Fair pada 6-7 Oktober 2018 di Internasional Convention Centre untuk tujuan yang sama. 

Tag : brunei darussalam
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top