Tablet Berteknologi E-ink, bisa Dilipat-Gulung Layaknya Kertas

Tablet dengan teknologi e-ink yang mengusung tampilan seperti kertas jelas berbeda dibandingkan dengan tablet yang menggunakan layar LCD. Perbedaan paling menyolok terletak pada warna dan pencahayaan yang dihasilkan keduanya. Tablet LCD menggunakan backlit (cahaya yang muncul dari balik layar) dan blue light (spektrum cahaya buatan) yang menghasilkan beragam warna.
Syaiful Millah | 06 Oktober 2018 05:15 WIB
Loading the player ...
E/ink Reader 10,2 inci. Video ini diposting oleh Charbax di Youtube 11 Juni 2017

Bisnis.com, JAKARTA – Apa yang akan Anda pikirkan jika berbicara tentang teknologi layar ataudisplay? Mayoritas mungkin akan menjawab Liquid Crystal Display (LCD).

Hal tersebut memang tidak mengherankan, sebab banyak perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari mengadopsi teknologi tersebut mulai dari televisi, komputer, hingga gawai yang telah menjadi bagian dari keseharian.

Akan tetapi, pernahkah Anda mendengar tentang teknologi layar yang disebut electronics ink? Electronics ink atau yang biasa disebut e-ink merupakan teknologi layar yang berupaya menirukan tampilan tinta di atas kertas.

E-ink mulai dikembangkan oleh MIT Media Labs pada 1997 dan dalam waktu dua tahun teknologi ini dikomersialisasikan oleh perusahaan E Ink Corporation yang berbasis di Amerika Serikat, hingga hari ini.

Sama seperti teknologi layar LCD, e-ink juga diterapkan untuk perangkat elektronik seperti tablet. Contohnya, Kindle milik Amazon yang menjadi pelopor bagi perangkat tablet yang menggunakan teknologi e-ink.

Sebuah tablet e-ink biasanya terdiri dari perangkat tab dan tracker pad yang berfungsi layaknya pensil atau pulpen.

Hanya saja, tablet dengan teknologi e-ink yang mengusung tampilan seperti kertas jelas berbeda dibandingkan dengan tablet yang menggunakan layar LCD.

Perbedaan paling menyolok terletak pada warna dan pencahayaan yang dihasilkan keduanya. Tablet LCD menggunakan backlit (cahaya yang muncul dari balik layar) dan blue light (spektrum cahaya buatan) yang menghasilkan beragam warna.

Sementara itu, tablet e-ink pada umumnya tidak menggunakan kedua unsur diatas sehingga tampilan nya hanya berwarna hitam dan putih. Hal ini memang merupakan tujuan tablet e-ink sebagai “kertas elektronik”, untuk itu tampilannya dibuat semirip mungkin.

Dari sisi penggunaan, kedua tablet ini juga berbeda. Tablet LCD digunakan seperti ponsel pada umumnya, untuk mendengar musik, melakukan pencarian internet, menonton film, dan menggunakan berbagai aplikasi untuk keperluan lainnya.

Sedangkan, mayoritas tablet e-ink penggunaannya lebih ditujukan untuk membaca buku secara digital dan melakukan kegiatan anotasi, seperti membuat catatan tulis dan menggambar layaknya menggunakan alat tulis dan kertas.

Kelebihan dan Kekurangan

Meskipun begitu, tablet e-ink memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan tablet LCD seperti yang sering kita gunakan.

Tablet e-ink tidak menggunakan backlit dan blue light, tetapi cahaya lampu yang lebih redup untuk memunculkan kesan layar seperti kertas. Hal ini membuat cahaya yang dihasilkan lebih sejuk dan enak di pandang mata dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, layar e-ink juga mengkonsumsi daya yang jauh lebih kecil daripada layar LCD. Tablet e-ink dapat digunakan dalam kurun waktu harian hingga bulanan untuk sekali pengisian daya.

Hal tersebut dikarenakan layar e-ink dapat menampilkan gambar statis tanpa menggunakan daya apapun. Layar akan mengonsumsi daya baterai hanya ketika gambar yang ada diubah.

Kegunaannya yang lebih ditujukan untuk anotasi, memungkinkan pengguna untuk memberi catatan pada dokumen atau buku digital yang sedang dibaca layaknya melakukan anotasi di kertas secara nyata.

Tablet e-ink menawarkan pengalaman lebih kepada penggunanya, terkait kegiatan membaca dan anotasi.

Disisi lain, tablet LCD juga memiliki kelebihan dibandingkan dengan tablet e-ink. Dari segi warna, tablet LCD menghasilkan berbagai warna yang membuatnya lebih terlihat estetik, ketimbang e-ink yang pada umumnya berwarna hitam-putih.

Dari sisi pencahayaan tablet dengan layar  LCD juga lebih baik digunakan dalam berbagai kondisi dibanding tablet e-ink yang kurang bisa diandalkan dalam kondisi gelap.

Keunggulan lainnya adalah Tablet LCD bisa digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari, seperti melakukan kegiatan komunikasi, mendengarkan musik, menonton video, bermain gim, mengakses media sosial dan lain-lain.

Bahkan, perangkat tersebut bisa digunakan untuk melakukan kegiatan yang menjadi kekhususan dari tablet e-ink, yakni membaca secara digital dan melakukan anotasi.

Meskipun dalam beberapa kasus, diperlukan perangkat eksternal tambahan untuk mendukung tablet LCD, seperti stylus pen untuk menggambar. 

Hingga saat ini, beberapa perusahaan yang mengembangkan tablet e-ink adalah Amazon, Sony, Barnes & Nobles Inc, Kobo Inc, Onyx International Inc, Dasung Tech Co dan startup asal Norwegia bernama Remarkable

Tablet e-ink terus dikembangkan mengadopsi berbagai teknologi terbaru, seperti penggunaan wifi dan penerapan fitur lain yang memungkinkan tablet e-ink menghasilkan warna lebih beragam.

Selain itu, beberapa perusahaan pengembang telah mengkombinasikan tablet e-ink dengan aplikasibrowsing, musik, video dan lain yang lainnya.

Pada April 2018, Sony meluncurkan tablet e-ink seukuran sertas A5 dengan ukuran layar 10,3 inci resolusi 1872 x 1404 dan tebal bodi 5,9mm serta bobot sekitar 226gram dengan harga

Selain Sony, DasungTech juga memperkenalkan tablet e-ink terbaru bernama Not e-Reader yang bisa digunakan sebagai monitor PC dan smartphone untuk memutar video dan bermain game pada September lalu.

Perangkat tersebut menampilkan layar e-ink 7,8 inci dengan 300 piksel per inci, prosesor quad-core, 2GB RAM dan 64GB penyimpanan. Not e-Reader juga memiliki baterai 5.300 mAh dan perangkat lunak Android 6.0.

 

Tag : tablet
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top