Produksi Batu Bara Januari-Agustus 2018 Capai 311,88 Juta Ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat realisasi produksi batu bara sepanjang periode Januari-Agustus 2018 telah mencapai 64,3% dari target produksi tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova | 04 Oktober 2018 20:04 WIB
Harga dan produksi batu bara 2014 hingga 2018. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat realisasi produksi batu bara sepanjang periode Januari-Agustus 2018 telah mencapai 64,3% dari target produksi tahun ini.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi produksi sampai dengan Agustus 2018 telah mencapai 311,88 juta ton dari target tahun ini sebesar 485 juta ton. Realisasi tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 311,87 juta ton.

Sementara itu, realisasi penjualan domestik mencapai 102,75 juta ton dari target 121 juta ton tahun ini. Total penjualan produksi tidak hanya penjualan untuk domestic market obligation (DMO) tetapi juga termasuk penjualan ke trader.

Untuk penjualan ekspor realisasinya telah mencapai 200,62 juta ton dari target 364 juta ton.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sri Raharjo mengatakan, jumlah produksi sebenarnya bisa lebih tinggi dari catatan tersebut. Pasalnya, jumlah tersebut belum termasuk realisasi produksi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di daerah.

"Yang daerah baru sampai semester I, jadi Agustus belum. Masih ada tambahan daerah, justru daerah yang besar," ujar Sri di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Dia menuturkan tercapainya target produksi tahun ini akan bergantung dari konsistensi pelaku usaha melakukan produksi sesuai rencana yang diajukan.

"Kalau dia merencanakan segitu, realisasi segitu mestinya tercapai. Hanya saja kayak misal PLN ada pembangkit COD terlambat, mundur, itu faktor yang akan kurangi realisasi," katanya.

Hingga akhir tahun ini produksi batu bara diperkirakan akan bertambah sekitar 21,9 juta ton. Sehingga target produksi tahun ini bisa mencapai 506,9 juta ton.

Guna mendukung peningkatkan devisa negara, pemerintah tahun ini membuka tambahan kuota produksi batubara hingga 100 juta ton. Dari 40 perusahaan yang mengajukan penambahan hanya 32 perusahaan yang telah disetujui dengan total volume 21,9 juta ton.

Penambahan kuota tersebut hanya untuk penjualan ekspor dan tidak dikenai kewajiban alokasi DMO.

Tag : batu bara
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top