Gempa dan Tsunami Palu: Ini Pentingnya Rapid Assessment Selama Recovery

Gempa dan Tsunami Palu: Ini Pentingnya Rapid Assessment Selama Recovery
Anitana Widya Puspa | 04 Oktober 2018 00:12 WIB
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Hasil rapid assessment dinilai sangat penting untuk menentukan lokasi sementara untuk temporary shelter masa recovery (untuk 12 bulan).

Ketua Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, Bernardus Djonoputro mengatakan hal pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah Rapid Assessment pasca bencana, dimana kawasan rawan bencana di petakan di atas peta geologi baru pasca gempa, dengan sudah memperhitungkan sesar-sesar baru yang terjadi pasca gempa.

Selanjutnya secara paralel, gubernur, Wali Kota Paku dan Bupati Donggala segera menginisiasi revisi RT/RW Provinsi, RT/RW Kota Palu dan RT/RW kab. Donggala. Revisi ini dilakukan menyeluruh dengan penekanan pada Rencana Tata Ruang berbasis mitigasi bencana.

"Revisi RT/RW Harus di fokuskan pada penyesuaian kawasan-kawasan yang cocok untuk di konsolidasi (land consolidation) bagi penempatan Huntap (hunian tetap) ke depan-nya "katanya kepada Bisnis Rabu (3/10/2018).

Revisi RT/RW ini juga akan memperhitungkan struktur dan pola ruang baru Provinsi, kota Palu dan Kabupaten Donggala.

"Hidup di tengah alam ring of fire seperti Indonesia ini memerlukan tata ruang yang berketahan bencana, serta didukung oleh teknologi dan kesiapan sosial warga,"imbuhnya.

Menurutnya hidup di daerah rawan bencana tidak masalah, selama semua aspek penyesuaian dan kesiapan terhadap bencana.

Namun pemerintah seharusnya jangan segera buru-buru menentukan lokasi Huntara (hunian sementara) tanpa assessment yang mendasar.

Tag : gempa
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top