Pertemuan Tahunan IMF-World Bank:  AP I Pasang Alat Canggih di Ngurah Rai

PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyiapkan bermacam fasilitas untuk menyambut 17.000 delegasi dari 189 negara yang hadir dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua.
Rio Sandy Pradana | 03 Oktober 2018 20:07 WIB
Salah satu bangunan di ruang VVIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk transit kepala negara dalam acara International Monetary Fund-World Bank Annual Meetin 2018. Foto diambil Senin (24/9/2-18). - JIBI/Anton Wahyu Prihartono

Bisnis.com, JAKARTA—PT Angkasa Pura I (Persero) telah menyiapkan bermacam fasilitas untuk menyambut 17.000 delegasi dari 189 negara yang hadir dalam pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan selain menyiapkan infrastruktur bandara melalui perluasan apron serta pembangunan gedung VVIP dan gedung parkir, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menghadirkan beberapa fasilitas baru di dalam terminal untuk menjamin kelancaran arus kedatangan dan kepulangan delegasi.

"Beberapa fasilitas tersebut antara lain x-ray smartlane, mesin autogate keimigrasian, orientation zone, dan airport operation control center [AOCC]," kata Faik dalam rilis, Rabu (3/10/2018).

Dia menambahkan X-ray smartlane yang berada pada area screening check point akan mempercepat proses pemeriksaan barang calon penumpang. Adapun, autogate keimigrasian, disediakan mesin autogate sebagai fasilitas mandiri untuk memeriksa paspor calon penumpang.

Saat ini tersedia enam unit mesin autogate di terminal kedatangan internasional dan 10 unit di terminal keberangkatan internasional. Sebanyak 16 unit mesin autogate keimigrasian tersebut akan mempercepat proses pemeriksaan imigrasi.

Total waktu yang dibutuhkan penumpang saat menggunakan mesin autogate ini diklaim hanya 30 detik, waktu yang relatif singkat untuk melewati melalui proses imigrasi. Hal ini akan meningkatkan kenyamanan penumpang.

Fasilitas baru lainnya adalah orientation zone. Memiliki desain yang elegan dan inovatif, area ini dirancang sebagai area yang atraktif yang dapat berfungsi sebagai penghilang stres bagi penumpang.

Orientation zone ini diperuntukkan bagi penumpang yang baru saja melewati proses pemeriksaan yang cukup intens pada area check-in dan pemeriksaan imigrasi. Di area ini dilengkapi juga dengan berbagai berbagai informasi berkaitan dengan jadwal penerbangan maupun arah menuju pintu keberangkatan.

Beberapa di antaranya adalah Flight Information Display System (FIDS), world clock, dan airport directory, serta walking distance yang bermanfaat untuk memperkirakan waktu dan jarak yang dibutuhkan calon penumpang mencapai pintu keberangkatan, area komersial, fasilitas di bandara, dan lokasi lainnya yang ada dalam terminal keberangkatan internasional.

Terakhir, AOCC merupakan fasilitas bagi stakeholder bandara, yang menjadi pusat kendali untuk mengawasi aktivitas operasional di sisi udara dan sisi darat serta seluruh aktivitas kedatangan dan keberangkatan di bandara.

"Fasilitas-fasilitas baru tersebut sudah dioperasikan sejak akhir September 2018," ujarnya.

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top