Pertamina Akan Terbitkan Global Bond untuk Bonus Tanda Tangan Blok Rokan

PT Pertamina (Persero) berencana menggalang dana dari penerbitan obligasi global (global bond) sebelum akhir tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova | 03 Oktober 2018 18:46 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak - Reuters/Ernest Scheyder

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana menggalang dana dari penerbitan obligasi global (global bond) sebelum akhir tahun ini.

Pahala N. Mansyuri, Direktur Keuangan Pertamina, mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan request for proposal (RFP) kepada sejumlah perbankan.

"RFP udah. Kami juga sudah melakukan audit. Bank-nya ada lima," ujar Pahala ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Namun, dia belum bisa mengungkapkan jumlah nilai emisi yang ditargetkan dari penerbitan surat utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat tersebut.

"Kami belum bisa sampaikan sejaih ini," katanya.

Pahala berujar dana yang dihimpun utamanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka panjang perseroan di sektor hulu.

Adapun kebutuhan investasi terdekat Pertamina adalah alih kelola Blok Rokan. Pertamina harus segera melunasi pembayaran bonus tanda tangan (signature bonus) Blok Rokan kepada pemerintah senilai US$784 juta. Pasalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kontrak baru Blok Rokan ditandatangani tahun ini.

Pahala menuturkan perseroan bakal menuntaskan pembayaran signature bonus untuk Blok Rokan sebelum akhir tahun ini.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Syahrial Muchtar mengatakan saat ini perseroan sedang mempersiapkan anak usaha untuk menjalankan blok tersebut.

Menurutnya, saat ini persiapan pembentukan anak usaha hanya menyelesaikan proses administrasi saja. Syahrial menambahkan hal ini pun terjadi dalam alih kelola blok-blok lain milik Pertamina.

Pemerintah telah memutuskan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina. Terhadap blok yang saat ini memiliki rerata produksi minyak sekitar 200.000 barel per hari (bph) itu, Pertamina mengajukan bonus tanda tangan US$784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun. Komitmen kerja pasti, investasi selama 3 tahun pertama dalam mengelola Blok Rokan, dijanjikan senilai US$500 juta atau Rp7,2 triliun.

Sebagai dasar hukum pembayaran signature bonus, Kementerian ESDM telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM No. 1023 K/10/MEM/2018 tentang Persetujuan Pengelolaan, Serta Penetapan Syarat dan Ketenutan Kontrak Kerja Sama pada Wilayah Kerja Rokan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pada dasarnya pihaknya tengah menanti Pertamina mendirikan perusahaan baru, sehingga kontrak dappat lekas ditandatangani.

Selain Blok Rokan, Pertamina juga akan mengelola blok migas terminasi lainnya. Pahala N. Mansyuri, Direktur Keuangan Pertamina, mengatakan perseroan akan terus melakukan investasi untuk menjaga produksi aset-aset hulunya.

"Kami terus berupaya berinventasi untuk aset-aset yang ada di hulu dan juga bagaimana kami berupaya untuk paling tidak mengurangi daripada penurunan produksi," kata Pahala.

Tag : pertamina
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top