Pengelola Mal Lirik Coworking Space Sebagai Pelengkap Bisnis

Pengelola pusat perbelanjaan mulai melirik tenant coworking space sebagai pelengkap bisnisnya.
M. Richard | 03 Oktober 2018 17:24 WIB
Salah satu coworking space di Kuningan, Jakarta Selatan. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengelola pusat perbelanjaan mulai melirik tenant coworking space sebagai pelengkap bisnisnya.

AVP Leasing & Marketing Pacific Place Mall Markus Barata mengatakan coworking space merupakan bisnis baru yang mulai banyak menjamur di daerah perkotaan. Pusat perberlanjaan sebagai pelaku bisnis yang sudah melakukan pentreasi lebih dulu, dan bisa menjadi partner yang cocok bagi pebisnis coworking space.

"Sebagai pengelola salah satu Mall, kami juga terus beradaptasi dan meninjau kembali layout dan tenant di pusat perbelanjaan kami. Kombinasi antara gerai dan F&B saja tidak cukup," katanya dalam acara Peresmian Rework dan Gowork, Rabu (3/10/2018).

Menurut Markus, tenant coworking space cukup efektif untuk menarik pengunjung, pasalnya pengunjungnya yang datang lebih banyak generasi milenial dan profesional.

"Selain itu, yang datang adalah kalangan profesional yang multinational company yang punya kemampuan belanja hingga Rp5 juta per bulan, dan bahkan bisa lebih," katanya.

Untuk memaksimalkan kunjungan dan menstimulasi pengunjung co-working space berbelanja, Pacific Place sendiri mencoba mencocokkan tenant dan melakukan promo silang.

"Kita buka H&M dan mini-so di tengah [dekat dengan area co working space], itu adalah brand yang cocok dengan pasarnya co working space ," jelasnya 

Adapun, Pasifik Place hanya memiliki satu pusat perbelanjaan dan telah mempersiapkan 2,5% dari total luas area 80.000 meter pusat perbelanjaannya untuk coworking space.

Menanggapi hal tersebut, Gowork menyatakan akan semakin ekspansif dalam bisnis coworking space, dan menargetkan 14 cabang dengan luas area hingga 22.000 meter hingga akhir tahun. 

Adapun, pada 2017 jumlah cabang Gowork memiliki 1 unit dan Rework 3 unit, dengan total luas area 1.300 meter. Sementara itu, pada 2019 Gowork menargetkan 20 cabang dengan total luas 46.000 meter, termasuk untuk Bali dan Surabaya.

CFO & CRE Gowork Richard Lim mengatakan kota-kota metropolitan identik dengan permasalahan kemacetan yang menyulitkan para profesional bisa berpergian dari satu tempat ke tempat yang lain.

Ditambah, sekitar 35% tenaga kerja Indonesia berumur di bawah 35 tahun, yang mana menginginkan suasana yang berbeda dengan dalam sistem bekerjanya.

"Oleh karena itu dengan, filososfi bekerja kami [yang menawarkan kerja mobile dan bergaya], kami cukup agresif untuk mengembangkan bisnis kami," katanya.

Richard mengartakan, strategi jangka pendek Gowork adalah membuka cabang di tempat-tempat yang cukup strategis dan nyaman dalam menunjang  pekerjaan,  yakni di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali dan Surabaya.

Meski demikian, Richard mengatakan, target pasar dari Gowork bnerkemungkinan berbeda-beda di setiap  canbgangnya, tergantung dari pasar ditempatnya berada.

"Kami juga tidak mau membatasi diri hanya untuk generasi milenial, atau untuk perusahaan start up, bisa saja kami akan lebih mendukung pelaku UKM, dan itu tergantung struktur usaha di daerah tersebut," ucapnya.

Tag : pusat perbelanjaan
Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top