Gempa Palu-Donggala: Pelabuhan Pantoloan Belum Bisa Layani Kapal Kontainar

Kementerian Perhubungan menyatakan seluruh kapal yang mengangkut logistik ke Sulawesi Tengah bisa sandar di Pelabuhan Pantoloan, Palu kecuali kapal peti kemas.
Sri Mas Sari | 02 Oktober 2018 15:22 WIB
Satu unit alat pengangkat peti kemas tumbang akibat gempa dan gelombang tsunami di Pelabuhan Kelas-III Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Pelabuhan Kelas-III Pantoloan kembali beraktivitas untuk melayani penumpang dan membawa bantuan bagi korban bencana. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menyatakan seluruh kapal yang mengangkut logistik ke Sulawesi Tengah bisa sandar di Pelabuhan Pantoloan, Palu kecuali kapal peti kemas.

Pelaksana Tugas Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub M. Tohir mengatakan quay crane untuk melayani bongkar-muat kontainer di Pantoloan hingga kini belum diperbaiki setelah jatuh saat gempa berkekuatan 7,4 SR terjadi Jumat (28/9/2018).

"Kapal Pelni yang membawa bantuan bisa sandar di Pantoloan. [Kerusakan] dermaga enggak parah. Kontainer sementara belum," katanya, Selasa (2/10/2018).

Selama 2 hari terakhir, menurutnya, kapal navigasi, kapal patroli, dan kapal Pelni merapat ke Pantoloan. Sebelumnya, Kemenhub mengirimkan 1 unit kapal patroli KNP Pasatimpo P-212 milik Pangkalan PLP Bitung dan 1 unit kapal kenavigasian KN Miang Besar milik Distrik Navigasi Samarinda ke Sulteng untuk mengangkut bantuan kemanusiaan, termasuk air bersih. "Kapal komersial belum." 

Sementara itu, kapal Pelni yang telah sandar di Pantoloan adalah KM Lambelu yang berangkat Minggu (30/9/2018) dari Balikpapan mengangkut bantuan logistik. Kapal Pelni lainnya, KM Bukit Siguntang, dijadwalkan berangkat hari ini dari Balikpapan.

"KM Lambelu sudah meninggalkan Pantoloan. KM Bukit Siguntang besok sampai di Pantoloan," kata Pelaksana Tugas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Wisnu Handoko. 

Sebanyak 9 kapal public service obligation (PSO) dikirim pemerintah untuk melayani bantuan kemanusiaan gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala. Di dalamnya termasuk kapal tol laut dan kapal ternak. Satu kapal telah diberangkatkan, sedangkan selebihnya dalam proses. 

Sementara itu, satu dari dua dermaga di Pelabuhan Wani, Donggala, masih rusak. Satu dermaga masih dapat digunakan. Namun, berhubung dermaga Wani kecil, seluruh angkutan bantuan logistik diarahkan ke Pantoloan. 

Pelabuhan Ogoamas (Donggala) yang mengalami kerusakan talud dan pergeseran dermaga serta Pelabuhan Donggala yang mengalami kerusakan causeway dermaga hingga kini belum dapat diperbaiki. 

Tag : Gempa Palu
Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top