Pertamina Suplai Gas Elpiji Ke Palu & Donggala

PT Pertamina (Persero) menyuplai gas elpiji dari jalur laut dan darat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang digunakan posko, dapur umum ataupun masyarakat luas di wilayah terdampak gempa Palu dan Donggala.
David Eka Issetiabudi | 02 Oktober 2018 19:53 WIB
Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu, Minggu (30/9). Diperkirakan sebanyak 50 orang tertimbun di reruntuhan bangunan hotel itu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menyuplai gas elpiji dari jalur laut dan darat untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar yang digunakan posko, dapur umum ataupun masyarakat luas di wilayah terdampak gempa Palu dan Donggala.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII M. Roby Hervindo, mengatakan akan mengoptimalkan potensi penyaluran gas dengan mengirimkan bantuan tabung LPG ke Posko Dapur Umum untuk membantu Pemerintah menyediakan makanan bagi pengungsi gempa Palu dan Donggala.

Sejauh ini, Posko Dapur Umum Pertamina telah menyalurkan 17 tabung Bright Gas 12 kg. Penyaluran selanjutkan akan ditujukan untuk 9 (Sembilan) Posko lainnya yang didrop di Posko DPPU Mutiara dan selanjutnya akan didistribusikan oleh Dinas Sosial.

Menurutnya, selain untuk posko dapur umum, Pertamina juga akan melakukan Operasi Pasar untuk melayani kebutuhan gas untuk rumah tangga.

Mulai Selasa (2/10), Pertamina melaksanakan Operasi Pasar gas Elpiji 3 kilogram di Korem Palu, Kecamatan Palu Timur, oleh Agen Karya Hast Maju Bersama, sebanyak 560 tabung. Truk yang mengangkut pasokan Elpiji 3 kg berangkat dari Mamuju dan akan bergerak menuju Palu.

“Rencana operasi pasar sore hari akan menyalurkan tabung Elpiji 3 kg yang dikirim dari Mamuju dengan pengawalan aparat kepolisian,” katanya melalui keterangan pers, Selasa, (2/10).

Dia menambahkan pasokan gas baik subsidi maupun non subsidi telah dikirimkan melalui jalur darat dan laut. Melalui jalur laut, akan dikirimkan 200 tabung Bright Gas 12 kg dan 50 tabung Elpiji 50 kg dari Balikpapan yang diperkirakan tiba Kamis (4/10).

Pengiriman tabung Elpiji 3 kg selanjutnya direncanakan menggunakan KRI, sebanyak 1.120 tabung dari Makassar.

Sementara itu, dari jalur darat, sebanyak 3 truk dengan muatan 809 tabung Bright Gas 12 kg, 30 tabung Elpiji 50 kg, 10 regulator tabung 50 kg dan selang telah dikirimkan dari Makassar. Satu truk saat ini sedang dalam perjalanan di Pinrang, dan 2 truk posisinya masih di Pare-pare.

Untuk mempercepat pemulihan pengoperasian SPPBE, hari ini Pertamina juga akan memberangkatkan 18 orang operator dari 7 SPPBE di Sulawesi, dan diestimasi akan tiba di Kota Palu 3 Oktober 2018.

Tag : Gempa Palu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top