Jangan Disebar, Ini Beberapa Hoaks Mengenai Bencana Donggala dan Sekitarnya

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi beberapa konten yang dinilai mengandung informasi bohong atau hoaks.
Dhiany Nadya Utami | 02 Oktober 2018 13:21 WIB
Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu, Minggu (30/9). Diperkirakan sebanyak 50 orang tertimbun di reruntuhan bangunan hotel itu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi beberapa konten yang dinilai mengandung informasi bohong atau hoaks marak beredar pascabencana gempa bumi dan tsumani di daerah Donggala, Palu, dan Mamuju, Sulawei Tengah.

Menurut Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis (2/10/2018), pihaknya telah melakukan pemantauan atas konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform pesan instan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah memercayai dan tak menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya,” kata pria yang biasa disapa Nando tersebut.

Jika ada informasi yang diduga mengandung hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui situs web aduankonten.id, surel ke aduankonten@kominfo.go.id,  atau mention ke akun twitter @aduankonten.

Berikut beberapa konten yang ditemukenali sebagai hoaks dan fakta sesungguhnya:

  1. Hoaks Bendungan Bili-Bili di Kab. Gowa Retak  [gambar hoaks]: Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.
  1. Hoaks Korban Musibah [gambar hoaks]: Faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.
  1. Hoaks Walikota Palu Meninggal [gambar hoaks]: Faktanya Walikota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap daruraty gempabumi di Palu, Sulawesi Tengah.
  1. Hoaks Gempabumi Susulan [gambar hoaks]: Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)
  1. Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7: Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.
  1. Hoaks Mayat yang minta gempa [gambar hoaks]: Faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau
  2. Hoaks 2 Oktober Terjadi Gempabumi Lagi [gambar hoaks]: Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB).
  3. Hoaks penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis bagi keluarga korban:  Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.
Tag : hoax, Gempa Palu
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top