Pemkab Pekalongan Serius Kembangkan Wisata Petungkriyono

Potensi pariwisata di berbagai daerah Indonesia boleh dibilang luar biasa besarnya. Maka mengembangkan berbagai obyek yang sudah ada menjadi tantangan tersendiri yang perlu dihadapi dengan sangat serius.
Rahmi Hidayati | 30 September 2018 10:35 WIB
Kirab Budaya Petungkroyono - Rahmi Hidayati

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi pariwisata di berbagai daerah Indonesia boleh dibilang luar biasa besarnya. Maka mengembangkan berbagai obyek yang sudah ada menjadi tantangan tersendiri yang perlu dihadapi dengan sangat serius.

“Mata air yang terdapat di Sembilan desa di Petung ini tolong dijaga sebagai sumber kehidupan. Begitu juga dengan pelestarian hutan dan alam di sekitar sini. Mari kita guyup dan rukun membangun berbagai potensi budaya disini,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sambutan usai kirab budaya di lapangan Sigeger, Petungkriyono, tempat dilangsungkannya Festival Rogojembangan.

Menurutnya, perlu keseriusan dalam mengembangkan obyek wisata, termasuk soal kebersihan toilet, sikap menerima para pengunjung dan pengelolaan obyek wisata. “Pemda sendiri menganggarkan Rp10 miliar untuk memperbaiki sarana jalan raya menuju Petungkriyono. Mudah-mudahan bias selesai diperbaiki dalam tahun ini,” lanjutnya.

Festival yang menampilkan tarian, arak-arakan gunungan aneka buah, sayuran, bumbu-bumbu dan gula aren itu adalah yang pertama digelar di Petungkriyono. Rencananya Pemda akan menggelar acara bertajuk serupa setiap tahunnya sehingga dapat menjadi salah satu agenda budaya di Jawa Tengah.

Untuk itu Bupati Asip meminta masyarakat menggali dan mengembangkan semua potensi budaya yang ada untuk ditampilkan di tahun-tahun mendatang.

Petungkriyono sendiri memiliki berbagai hal yang dapat dijual kepada wisatawan. Alam yang indah dengan sedikitnya tujuh puncak gunung, air terjun besar di beberapa lokasi, situs purbakala yang merupakan rekam jejak masuknya Hindu ke Pulau Jawa, dan aneka budaya seperti gamelan, tarian, serta nyanyian khas Petungkriyono.

“Tahun depan kita bikin selama satu minggu dengan sajian budaya yang lebih banyak lagi. Kita akan undang tamu dari dalam dan luar negeri dan tentu saja mereka akan kita dorong untuk belanja aneka kerajinan Pekalongan sehingga perekonomian masyarakat menjadi terangkat,” ujarnya.

Asip juga mempersilakan masyarakat memanfaatkan hutan yang ada di sekitar Petungkriyono, namun dengan syarat tidak boleh terjadi pengrusakan hutan. Pemda Pekalongan sudah menandatangani perjanjian dengan Perum Perhutani menyangkut pemanfaatan hutan oleh masyarakat.

Tag : pariwisata
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top